Pemerintah Italia resmi menangguhkan perjanjian kerja sama pertahanan dengan Israel di tengah meningkatnya ketegangan diplomatik antara kedua negara.
Giorgia Meloni Perdana Menteri Italia menyatakan, keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan situasi geopolitik terkini yang semakin memanas.
“Melihat situasi saat ini, pemerintah memutuskan untuk menangguhkan perpanjangan otomatis perjanjian pertahanan dengan Israel,” ujar Meloni dilansir dari Reuters, Rabu (15/4/2026).
Sumber diplomatik Italia juga mengonfirmasi langkah tersebut. “Akan sangat sulit secara politik untuk melanjutkan kerja sama ini dalam kondisi saat ini,” ujarnya.
Perjanjian yang pertama kali disetujui pada 2006 itu mencakup berbagai bidang strategis, mulai dari kerja sama industri pertahanan, pelatihan militer, riset dan pengembangan teknologi, hingga pertukaran informasi.
Namun, hubungan kedua negara memburuk dalam beberapa hari terakhir setelah Italia menuding pasukan Israel melepaskan tembakan peringatan ke arah konvoi pasukan penjaga perdamaian PBB asal Italia di Lebanon. Insiden tersebut dilaporkan merusak setidaknya satu kendaraan, meski tidak menimbulkan korban jiwa.
Sebagai respons, pemerintah Italia memanggil duta besar Israel untuk menyampaikan protes resmi atas kejadian tersebut.
Ketegangan semakin meningkat setelah Antonio Tajani Menteri Luar Negeri Italia mengecam tindakan militer Israel yang dinilai menyasar warga sipil di Lebanon.
Dalam kunjungannya ke Beirut, Tajani bertemu dengan Joseph Aoun Presiden Lebanon dan Youssef Raggi Menteri Luar Negeri Lebanon. Ia menegaskan dukungan Italia kepada Lebanon di tengah eskalasi konflik.
“Saya berada di sini untuk menyampaikan solidaritas Italia atas serangan yang tidak dapat diterima terhadap warga sipil,” tulis Tajani melalui akun media sosialnya.
Sebagai balasan atas pernyataan tersebut, Israel juga memanggil duta besar Italia, menandai semakin dalamnya keretakan hubungan diplomatik kedua negara. (saf/ipg)




