JAKARTA, KOMPAS.com - Wacana menghidupkan kembali trem di Kota Tua Jakarta mencuat seiring upaya revitalisasi kawasan bersejarah tersebut yang tengah disiapkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengungkapkan, trem tidak hanya dirancang sebagai ikon wisata, tetapi juga sebagai solusi transportasi ramah lingkungan di kawasan heritage.
“Memang salah satu tujuannya mengurangi emisi. Kita sedang membahas rencana membangun trem di dalam Kota Tua,” ujar Rano dalam agenda Intimate Dialogue Kota Tua Update di Balai Kota Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Konsep ini menjadi bagian dari pengembangan Kota Tua sebagai kawasan rendah emisi, sekaligus meningkatkan daya tarik wisata berbasis sejarah.
Baca juga: Pembangunan Trem Kota Tua Masih Dikaji, Pramono Prioritaskan MRT Rampung 2029
Trem Pernah Jadi Tulang Punggung Transportasi Batavia
Trem kuda pada 1869 di Batavia (Sumber: Forum.lowyat.net via buku Moda Transportasi di Jakarta)
Jakarta, dahulu Batavia, pernah memiliki sistem trem sebagai angkutan massal perkotaan sejak abad ke-19.
Pada 1869, trem pertama di Batavia mulai beroperasi dalam bentuk trem kuda yang dikelola Bataviasche Tramweg Maatschappij (BTM).
Moda ini melayani rute strategis, seperti Pasar Ikan, Harmoni, dan Meester Cornelis (kini Jatinegara).
Satu rangkaian trem kuda umumnya terdiri dari dua gerbong dengan kapasitas sekitar 40 penumpang, dan ditarik oleh empat ekor kuda.
Selain itu, terdapat jalur lain yang menghubungkan Tanah Abang hingga Jatinegara, memperkuat fungsi trem sebagai pengangkut pekerja dan komoditas di pusat perdagangan Batavia.
Namun, usia trem kuda relatif singkat, hanya sekitar 12 tahun. Beban perjalanan yang panjang membuat kuda-kuda penarik cepat kelelahan, sehingga sistem ini kemudian ditinggalkan.
Baca juga: Tak Sekadar Panas, Ini Dampak El Nino Godzilla di Jakarta dan Sekitarnya
Beralih ke Uap hingga Listrik
Wikimedia Commons/Willem van de Poll Trem listrik bernomor 1 berhenti di Mataramweg
Setelah era trem kuda berakhir, Batavia memasuki fase kedua dengan penggunaan trem uap pada 1882.
Berbeda dengan sebelumnya, trem ini menggunakan lokomotif dengan tenaga uap dari pembakaran batu bara.
Operasional trem uap bertahan lebih lama, sekitar 20 tahun, sebelum akhirnya digantikan oleh teknologi yang lebih modern.
Pada 10 April 1899, trem listrik resmi beroperasi di Batavia, menandai fase paling maju dalam sistem transportasi perkotaan saat itu.