Pantau - BMKG menyatakan gempa bumi yang mengguncang Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, pada Rabu pagi disebabkan oleh aktivitas sesar aktif Kendari North dengan magnitudo 2,8.
Gempa terjadi pada Rabu (15/4) pukul 07.00 WITA dengan episenter berada di darat sekitar 3 kilometer timur Kota Kendari pada kedalaman 3 kilometer.
Pelaksana tugas Kepala BBMKG Wilayah IV Makassar Nasrol Adil mengatakan, "Hari Rabu, 15 April 2026, pukul 07.00 WITA, wilayah Kendari, Sultra diguncang gempa bumi tektonik."
Penyebab dan Dampak GempaNasrol menjelaskan gempa tersebut tergolong gempa dangkal yang dipicu aktivitas sesar Kendari North berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter.
“Getaran yang dirasakan nyata dalam rumah dan terasa kegiatan seakan-akan ada truk yang berlalu,” ungkapnya.
Guncangan gempa dilaporkan dirasakan masyarakat dengan skala intensitas III MMI di wilayah Kendari.
Meski demikian, BMKG memastikan hingga saat ini belum ada laporan kerusakan akibat peristiwa tersebut.
Imbauan BMKG kepada MasyarakatBMKG juga menyebut hingga pukul 07.30 WITA belum terdeteksi adanya gempa susulan atau aftershock.
“Hingga pukul 07.30 WITA, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya kejadian gempa bumi susulan atau aftershock,” kata Nasrol.
Masyarakat diimbau tetap tenang dan hanya mengakses informasi resmi dari BMKG melalui kanal terverifikasi.
"Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi," ujarnya.




