PGEO Ekspansi ke Bisnis Hidrogen, Siapkan Layanan Sewa Generator HFCG

bisnis.com
12 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) berencana menambah kegiatan usaha baru dengan masuk ke bisnis penyewaan generator berbasis hidrogen atau hydrogen fuel cell generator (HFCG).

Langkah tersebut dilakukan melalui penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025 nomor 77395 tentang penyewaan dan sewa guna mesin dan peralatan pertambangan dan penggalian.

Adapun, ruang lingkup usaha ini mencakup penyediaan unit generator, instalasi dan commissioning, operasional, pemeliharaan, hingga dukungan teknis sesuai kebutuhan pelanggan.

Corporate Secretary PGEO Kitty Andhora menjelaskan bahwa perseroan tengah menyiapkan rencana tersebut, termasuk penyusunan studi kelayakan bisnis oleh KJPP Ruky, Safrudin & Rekan per 31 Desember 2025.

“Perseroan berencana untuk meminta persetujuan Pemegang Saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Perseroan yang rencananya akan diselenggarakan pada Selasa 21 April 2026,” kata Kitty di keterbukaan informasi, Rabu (15/4/2026).

Menurut Kitty, penambahan kegiatan usaha ini memiliki keterkaitan dengan bisnis utama perseroan di sektor panas bumi, khususnya dalam mendukung pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) serta transisi menuju energi bersih.

Baca Juga

  • PGEO-PLN IP Sepakati Tarif, Proyek PLTP Lahendong 15 MW Masuk Tahap Lanjutan
  • Ambisi Emiten Migas MEDC, PGEO, hingga BRMS Kerek Rekor Produksi 2026
  • Pertamina Geothermal (PGEO) Bidik Target Produksi Listrik 5.255 GWh pada 2026

Dia juga menambahkan bahawa teknologi hydrogen fuel cell merupakan salah satu bentuk pemanfaatan energi bersih yang dapat melengkapi portofolio bisnis Perseroan dalam sektor energi, sehingga diharapkan dapat menciptakan sinergi dengan kompetensi Perseroan.

Dari sisi pasar, penyewaan generator berbasis hidrogen di Indonesia masih berada pada tahap awal, dengan pemanfaatan yang sejauh ini masih terbatas pada proyek uji coba dan percontohan.

Pengembangan ekosistem hidrogen sendiri sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang membaginya ke dalam tiga fase, yakni fase inisiasi pada 2025–2034, fase pengembangan dan integrasi pada 2035–2045, serta fase akselerasi pada 2045–2060.

Dalam fase awal tersebut, PGEO melihat peluang sebagai salah satu pelaku awal (early adopter) dalam komersialisasi teknologi hidrogen di dalam negeri.

Adapun target pasar awal dari bisnis ini adalah entitas dalam grup Pertamina, seperti PT Pertamina Energy Terminal (PET), khususnya dalam mendukung pengembangan green terminal. Selain itu, peluang kerja sama juga terbuka dengan entitas lain seperti PT Patra Niaga dan Elnusa Petrofin, meskipun hingga saat ini belum terdapat perjanjian yang mengikat.

Dari sisi keuangan, hasil studi kelayakan menunjukkan indikator yang positif. Kegiatan usaha ini diproyeksikan memiliki Net Present Value (NPV) sebesar Rp6,40 miliar, Internal Rate of Return (IRR) mencapai 110,83%, serta periode pengembalian investasi (payback period) selama 1 tahun 11 bulan.

Perseroan juga memproyeksikan adanya tambahan pendapatan seiring dimulainya operasional komersial, dengan tetap memperhitungkan kebutuhan investasi awal, biaya operasional, serta biaya pemeliharaan.

“Penambahan kegiatan usaha ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi pemegang saham melalui diversifikasi sumber pendapatan, penguatan portofolio bisnis di sektor energi bersih, serta meningkatkan kinerja keuangan Perseroan secara berkelanjutan,” ujar Kitty.

Meski demikian, PGEO juga mengidentifikasi sejumlah risiko dalam pengembangan bisnis ini, mulai dari risiko operasional, keselamatan dan kesehatan kerja (HSE), hingga risiko teknologi dan logistik.

Beberapa aktivitas seperti penanganan hidrogen, pengisian ulang, serta distribusi dikategorikan memiliki tingkat risiko tinggi. Untuk itu, perseroan akan menerapkan standar operasional dan keselamatan yang ketat, serta melibatkan mitra berpengalaman guna memastikan risiko dapat dikelola secara optimal.

PERTAMINA GEOTHERMAL ENERGY TBK - TradingView
______

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Roblox Belum Patuhi PP Tunas, Komdigi Temukan Celah Chat dengan Orang Tak Dikenal
• 12 jam laludisway.id
thumb
Kemensos Gandeng BNN Kota Banda Aceh Pastikan Bantuan Eks Napza Tepat Sasaran
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Proses Pengalihan Bisnis SPBU, Shell Indonesia Kini Punya Bos Baru
• 12 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kantor KSOP dan Pelindo Dumai Digeledah Kejati Riau, Ini Kasusnya
• 54 menit lalujpnn.com
thumb
Penyebab Barcelona Gagal Comeback Kontra Atletico Madrid di Liga Champions Diungkap Frenkie de Jong
• 8 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.