Grid.ID - Aktor Atalarik Syach mengungkapkan kekhawatirannya saat anak-anaknya mulai memasuki usia remaja. Ia menyadari bahwa fase tersebut menjadi masa transisi yang cukup menantang bagi orang tua.
Menurut Atalarik, perubahan sikap dan pola pikir anak mulai terlihat seiring bertambahnya usia. Hal ini membuatnya lebih waspada dalam memperhatikan perkembangan anak-anaknya.
“Karena sudah mau mulai masuk teenager nih, saya juga ada transisi ya pasti semua orang tua ngalamin kayak khawatir,” ujarnya dikutip dari program Brownis pada Rabu (15/4/2026).
Salah satu hal yang paling menjadi perhatian Atalarik adalah soal pergaulan anak. Ia menyadari bahwa lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan remaja.
“Kembali lagi orang tua itu akan mengkhawatirkan pergaulan, otomatis di sekolahnya walaupun di sekolah sekarang sudah mulai sangat tertib memperhatikan pergaulan anak-anak segala macam, tapi tetap kita enggak boleh lengah dalam hal pengawasan,” ungkapnya.
Selain pergaulan, pria berusia 52 tahun ini juga menyoroti perubahan sikap anak yang mulai memasuki masa remaja. Ia melihat adanya keinginan anak untuk lebih mandiri dan menentukan pilihan sendiri.
“Kedua yang menarik ya anak-anak itu transisi menjadi remaja. Dia mulai sok tahu, ngatur schedule-nya sendiri, maunya sendiri, semua segala macam,” katanya. Menurutnya, hal tersebut merupakan bagian dari proses tumbuh kembang anak.
Meski begitu, Atalarik memilih untuk tidak terlalu membatasi anak-anaknya. Ia justru memberikan ruang kebebasan agar anak bisa belajar bertanggung jawab.
“Saya biarkan, saya kasih kebebasan tapi saya enggak lupa untuk nungguin gitu loh sesuai dengan ucapannya,” tuturnya.
Dalam keseharian, pria kelahiran Surabaya ini menerapkan pola komunikasi yang berbasis kepercayaan. Ia membiasakan anak-anak untuk memegang komitmen terhadap hal-hal kecil.
“Misalnya bangun tidur, atau salatnya, ngerjain PR, dia yang berjanji dan saya tunggu tanggung jawabnya. Karena dia enggak boleh lupa sama ucapannya, ya harus komit ya sama ucapannya seperti itu,” tutupnya.
Dengan pendekatan tersebut, Atalarik ingin anak-anaknya tumbuh menjadi pribadi yang mandiri. Ia juga berharap anak mampu memahami arti tanggung jawab sejak dini. (*)
Artikel Asli




