Raut wajah bahagia terpancar dari wajah Ashila Metta (23 tahun) saat acara Pamitan Jemaah Haji DIY di Kompleks Kepatihan Pemda DIY, Rabu (15/4). Metta berangkat haji di usia yang masih muda.
"Kalau daftar, alhamdulillah didaftarin orang tua di waktu SD sekitar umur 12 tahun. Waktu kelas 6," kata perempuan asal Kota Yogyakarta, Rabu (15/4).
Sekitar 15 tahun berselang sejak pertama kali mendaftar, akhirnya tahun ini dia berangkat haji bersama sang ibu yang berusia 53 tahun.
"Dari awal daftarnya sama ibu. Kalau ayah rencananya insyaallah masih nunggu jadwal sama adik," katanya.
Sejumlah persiapan sudah dilakukan Metta, mulai dari pakaian yang diperlukan hingga persiapan fisik dan mental.
Berhaji di usia muda merupakan suatu kebahagiaan bagi Metta.
"Sedikit pressure karena mendampingi orang tua juga. Jadi penginnya bisa fokus ibadah buat diri sendiri tetapi juga bisa membersamai senior-senior yang lebih tua dari kami semoga bisa saling membantu dan bekerja sama dengan baik," katanya.
Gantikan Ayah yang Meninggal Dunia
Kisah lain datang dari Septia Qoiriah (23 tahun), asal Kabupaten Sleman. Dia berangkat haji menggantikan ayahnya yang meninggal dunia lima tahun lalu.
"Pertama kaget nggak nyangka di umur segini kita bisa menjalankan ibadah haji. Alhamdulillah itu semua panggilan dari Allah. Jadi sebisa mungkin memaksimalkan," kata Septia.
"Kalau saya bapak sudah meninggal terus menggantikan bapak," katanya.
Pada ibadah haji tahun ini, Septia juga mendampingi ibunya yang berhaji. "Persiapan jaga kesehatan yang pasti," katanya.
Soal kondisi Timur Tengah yang tengah memanas, Septia mengaku sempat kaget. "Namun karena ini panggilan yang dijalani saja," pungkasnya.
3.830 Jemaah Haji DIYKepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) DIY, Jauhar Mustofa, dalam sambutannya mengatakan pada tahun ini DIY mendapatkan kuota tambahan 601 jemaah.
"Jika dari kuota sebelumnya sejumlah 3.147 jemaah menjadi 3.748 jemaah. Jumlah tersebut termasuk di dalamnya kuota prioritas haji lansia sebanyak 5 persen atau 187 jemaah," kata Jauhar.
Jauhar mengatakan sebanyak 101 jemaah merupakan jemaah mutasi dari luar DIY. Sementara 21 jemaah mutasi keluar dari DIY.
"Sehingga jumlah jemaah haji yang berangkat dari DIY sebanyak 3.830 jemaah, dengan didampingi petugas kloter sebanyak 62 petugas," katanya.





