JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akan melantik sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta hari ini Rabu (15/4/2026).
Informasi yang diterima Kompas.com, ada wali kota di Jakarta yang diganti. Namun Pramono saat ditanya siapa saja pejabat yang diganti tidak mau menjawab.
“Pelantikannya hari ini. Nanti ditunggu pelantikannya,” ucap Pramono saat ditemui di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Rabu (15/4/2026).
Pramono enggan merinci siapa saja pejabat yang akan dilantik maupun kemungkinan adanya pergeseran jabatan di tingkat eselon.
Baca juga: Pramono Kumpulkan PPSU-Camat, Minta Tak Manipulasi Laporan JAKI Asal Atasan Senang
DPRD DKI Jakarta sebelumnya telah menggelar uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, sebagai calon Wali Kota Jakarta Selatan, Selasa (14/4/2026).
Uji kelayakan itu dilakukan dalam rapat pimpinan gabungan (Rapimgab) yang dipimpin Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin, didampingi Wakil Ketua Ima Mahdiah dan Basri Baco, serta dihadiri Ketua Komisi A Inggard Joshua.
Dalam forum tersebut, DPRD menyoroti tantangan birokrasi di wilayah Jakarta Selatan, khususnya terkait ego sektoral antar Suku Dinas (Sudin) yang dinilai kerap menghambat kinerja pemerintahan
“Bagaimana cara Pak Syafrin menangani paradoks tadi di tengah kenyataan ego sektoral masing-masing Sudin?” tanya Khoirudin.
Khoirudin mempertanyakan strategi Syafrin dalam menyatukan koordinasi lintas instansi di tingkat wilayah.
Baca juga: Pramono Bolehkan Parpol Beli Naming Rights Halte, Pengamat: Bisa Jadi Kampanye Terselubung
Menurut dia, selama ini Sudin cenderung lebih loyal kepada kepala dinas masing-masing dibanding pimpinan wilayah.
“Biasanya Sudin itu loyalnya ke kepala dinas. Sementara Pak Syafrin adalah pimpinan wilayah. Apakah bisa kerja cepat dengan situasi birokrasi seperti itu?” ujar Khoirudin dalam keterangan tertulisnya, Selasa.
Selain itu, kemampuan pengendalian aparatur sipil negara (ASN) juga menjadi sorotan.
Dengan cakupan 10 kecamatan dan 67 kelurahan, Jakarta Selatan membutuhkan pemimpin yang dinilai mampu mengoordinasikan ribuan ASN secara efektif.
“Saya ingin Pak Syafrin punya kemampuan pengendalian yang baik agar semua bekerja maksimal,” imbuh Khoirudin.
Wakil Ketua DPRD, Ima Mahdiah, turut menyoroti lambannya penyelesaian fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum) di Jakarta Selatan.
Baca juga: Pembangunan Trem Kota Tua Masih Dikaji, Pramono Prioritaskan MRT Rampung 2029





