Pramono Batasi Petugas Upload Laporan JAKI Usai Kasus Manipulasi Foto AI

kompas.com
16 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membatasi akses pengunggahan laporan ke aplikasi JAKI usai kasus manipulasi laporan kerja PPSU menggunakan teknologi artificial intelligence (AI) di Kalisari, Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Pramono mengatakan, ke depan hanya petugas yang benar-benar mengerjakan aduan warga yang boleh mengunggah dokumentasi pekerjaan.

“Yang boleh meng-upload adalah yang memang mengerjakan. Sistemnya kami perbaiki supaya lebih transparan,” ujar Pramono usai menghadiri Town Hall Meeting 2026 di Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Rabu (15/4/2026).

Baca juga: Lurah Kalisari Hanya Dibina Terkait Foto Hasil AI, Pramono: Saya Tak Ingin Matikan Karier

Pramono menilai kejadian keluhan warga yang ditindaklanjuti dengan foto hasil AI mencoreng pelayanan publik di Jakarta dan tidak boleh terulang.

“Setelah kami dalami berbagai persoalan, termasuk yang di Kalisari, memang itu betul-betul mencoreng wajah Jakarta. Saya tidak mau itu terulang kembali,” ujar Pramono.

Ia juga mengingatkan seluruh petugas agar bekerja dengan nyata, bukan hanya sekadar membuat laporan untuk menyenangkan atasan.

“Tidak boleh lagi hanya sekadar memberikan atau menyenangkan pimpinan, tetapi kerja riil di lapangan,” ujarnya.

Baca juga: Pramono Lantik Sejumlah Pejabat Pemprov DKI Hari Ini, Ada Wali Kota yang Diganti

Dalam kasus ini, Pemprov DKI Jakarta telah memberikan sanksi kepada tiga petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU). Ketiganya mendapat surat peringatan pertama (SP1).

Pramono mengaku sudah bertemu langsung dengan ketiga petugas tersebut dan memberi peringatan keras.

“Jadi ada tiga orang yang sudah mendapatkan SP 1, surat peringatan, dan tadi secara pribadi tiga-tiganya saya temui. Dan saya sampaikan ini adalah kesempatan terakhir bagi mereka, kalau memang masih pengin bekerja di DKI Jakarta,” ujar Pramono.

Baca juga: 3 Petugas Kena SP1 Kasus AI di JAKI, Pramono: Ini Kesempatan Terakhir kalau Masih Mau Bekerja

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Ia menegaskan, jika pelanggaran serupa kembali terjadi, Pemprov DKI Jakarta akan memberikan sanksi lebih tegas.

“Kalau sampai diulang kembali, pasti kami ambil tindakan yang lebih keras,” tegasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Erick Thohir Sebut Kerjasama dengan FFF Berpeluang Hadirkan Laga Timnas Indonesia Vs Perancis ‎
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Kecelakaan 2 Truk Adu Banteng di Magelang, Sopir Terjepit Kabin 
• 8 jam lalurctiplus.com
thumb
MUI Ingatkan Pemimpin Ormas Islam Tak Bikin Gaduh, Ibaratkan Sopir Bus
• 4 jam laludetik.com
thumb
Harga Minyak Turun Tipis di Tengah Upaya Perundingan Lanjutan AS dan Iran
• 19 jam lalukatadata.co.id
thumb
Persiapan Layanan Haji Hampir 100 Persen
• 10 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.