JAKARTA, DISWAY.ID – Kapal chemical China melenggang keluar Selat Hormuz di tengah blokade Amerika yang menggunakan kapal perangnya pasca gagalnya perundingan dengan Iran.
Dari pantauan marinetraffic.com, terlihat kapal chemical China dengan nama lambung Rich Starry keluar Selat Hormuz pada Selasa 14 April menuju Teluk Oman
Diketahui bahwa kapal tanker Rich Starry yang merupakan milik Shanghai Xuanrun Shipping Co Ltd ini membawa methanol dengan kapasitas 250.000 barel menuju pelabuhan Sohar di Oman.
Blokade yang dilakukan oleh Amerika sejak gagalnya pembicaraan damai ini menambah ketegangan di Selat Hormuz.
BACA JUGA:Kata Dubes Iran Soal 2 Kapal Pertamina yang Masih Tertahan di Selat Hormuz
Sejak pemblokadean yang dilakukan Amerika, Rich Starry merupakan kapal pertama yang berhasil melewati blokde dan pelarangan pelayaran yang diberlakukan oleh oleh Iran.
Diketahui masih ratusan kapal tanker yang tertahan di Teluk Persia dengan berbagai muatan dan paling banyak adalah kapal membawa minyak, termasuk 2 kapal Pertamina.
Hal ini membuat berbagai negara mengalami krisis energy, termasuk Indonesia, bahkan negara-negara Asean telah mulai menaikan harga jual bahana bakar mereka.
Perjalanan Rich Starry sendiri tidaklah berjalan dengan mulus, di mana pihak Amerika juga sempat memberikan peringatan, namun pihak China memperingatkan Amerika atas tindakannya yang semakin memperburuk keadaan.
BACA JUGA:Kata Dubes Iran Soal 2 Kapal Pertamina yang Masih Tertahan di Selat Hormuz
Guo Jiakun selaku juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, mengatakan pada hari Selasa bahwa AS meningkatkan operasi militer dan melakukan tindakan blokade hanya akan memperburuk keadaan serta merusak perjanjian gencatan senjata.
“Langkah Amerika semakin membahayakan keamanan jalur pelayaran dan merupakan perilaku berbahaya yang tidak bertanggung jawab,” tambahnya seperti dilansir dari Al Jazeera.
Pelarangan kapal China ini juga mendapatkan kritik tajam dari mantan pejabat Pentagon, Michael Rubin.
“Mengusir Rich Starry akan menjadi tindakan blokade paling signifikan sejak masa John F Kennedy yang menantang Khrushchev selama krisis rudal Kuba,” kata Rubin.
“Trump telah membalikkan dinamika kekuasaan yang dibangun Xi Jinping pasca gagalnya KTT Anchorage tahun 2021, di manaketika para pejabat tinggi Amerika ditegur oleh Tiongkok,” tambah Rubin.
- 1
- 2
- »





