Azerbaijan Bersiap Jadi Tuan Rumah World Urban Forum 2026 di Baku

metrotvnews.com
9 jam lalu
Cover Berita

Baku: Azerbaijan akan menjadi tuan rumah World Urban Forum ke-13 (WUF13) yang dijadwalkan berlangsung di ibu kota Baku pada 17 hingga 22 Mei 2026.

Forum yang diselenggarakan oleh Program Permukiman Perserikatan Bangsa-Bangsa (UN-Habitat) ini merupakan salah satu platform global utama dalam merumuskan masa depan pembangunan perkotaan.

Berdasarkan siaran pers Kedutaan Besar Azerbaijan di Jakarta yang diterima Metrotvnews.com, Selasa, 14 April 2026, keputusan untuk menunjuk Baku sebagai tuan rumah diumumkan pada Desember 2023. Sejak saat itu, Azerbaijan bekerja sama dengan UN-Habitat untuk mempersiapkan penyelenggaraan forum tersebut.

Penunjukan ini mencerminkan meningkatnya peran Azerbaijan dalam pengembangan kota yang inovatif, berkelanjutan, dan inklusif, serta keterlibatannya dalam diskusi global mengenai arah perkembangan kawasan urban. Bahas Tantangan Perkotaan Global WUF13 akan mengusung tema “Housing the World: Safe and Resilient Cities and Communities”.

Forum ini akan mempertemukan para pemimpin pemerintah, organisasi internasional, akademisi, serta praktisi perkotaan untuk membahas berbagai tantangan utama, mulai dari akses perumahan, ketahanan terhadap perubahan iklim, hingga pembangunan infrastruktur dan inklusi sosial.

Seluruh agenda tersebut sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

Selain menjadi ruang diskusi, forum ini juga diharapkan menjadi wadah pertukaran ide, praktik terbaik, serta solusi nyata, sekaligus membuka peluang kerja sama lintas negara dan sektor. Dorong Inovasi dan Pembangunan Berkelanjutan Sebagai bagian dari dukungan terhadap forum ini, Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev menetapkan tahun 2026 sebagai “Tahun Perencanaan Kota dan Arsitektur."

Kebijakan ini menegaskan fokus Azerbaijan pada pengembangan kebijakan urban modern, desain masa depan, serta pembangunan berkelanjutan.

Azerbaijan juga akan menampilkan berbagai inisiatif, termasuk konsep “kota pintar” (smart city) dan “desa pintar” (smart village), yang mengintegrasikan teknologi digital, energi terbarukan, dan infrastruktur modern.

Salah satu contoh utama adalah proyek Aghali Smart Village di wilayah yang sebelumnya terdampak konflik. Proyek ini menjadi bagian dari upaya lebih luas untuk membangun kembali kawasan Karabakh dan Zangezur Timur melalui pendekatan perencanaan kota modern.

Dalam kerangka program “Great Return," pengalaman Azerbaijan dinilai dapat memberikan pelajaran penting dalam pemulihan pascakonflik dan penataan kembali permukiman secara berkelanjutan.

Di sisi lain, kota-kota di Azerbaijan juga mencerminkan perpaduan antara warisan sejarah dan inovasi modern. Situs bersejarah seperti Icherisheher dan lanskap seni batu Gobustan berdampingan dengan ikon modern seperti Heydar Aliyev Center dan Flame Towers.

Saat ini, lebih dari setengah populasi dunia tinggal di kawasan perkotaan, dan angka tersebut terus meningkat.

Dalam konteks tersebut, penyelenggaraan WUF13 di Baku dinilai menjadi momentum penting bagi negara-negara untuk berbagi solusi dan merancang masa depan kota yang lebih aman, hijau, dan inklusif bagi generasi mendatang.

Baca juga:  Azerbaijan Kirim Puluhan Ton Bantuan Kemanusiaan ke Iran, Termasuk dari Rusia


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mobil Listrik Beredar di Indonesia Mayoritas Impor, Pakar ITB Ingatkan Ini
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Skema Peserta PBI BPJS Kesehatan Dirombak, Daerah Miskin Dapat Jatah Lebih Besar
• 5 jam lalukatadata.co.id
thumb
Harga Bitcoin Melonjak Jadi Rp 1,2 Miliar, Level Tertinggi dalam Empat Pekan
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Menhaj Cerita Kenaikan Biaya Penerbangan Haji Rp1,77 Triliun, Sempat Kelabakan Lapor Prabowo
• 3 jam lalurctiplus.com
thumb
Tangis Ivan Gunawan Pecah di Depan Betrand Peto, Ungkap Curhatan Ruben Onsu yang Rindu Anak-anaknya
• 7 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.