Jalan Malioboro Dinobatkan sebagai Jalan Paling Ikonik se-Asia Tenggara

tvrinews.com
11 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Jati

TVRINews, Yogyakarta

Pemerintah Kota Yogyakarta menyambut positif penobatan Jalan Malioboro sebagai jalan paling ikonik se-Asia Tenggara versi Asia Stats Research.

Kabar tersebut viral di media sosial dan mendapat respons positif dari masyarakat, khususnya warga Yogyakarta.

Asia Stats Research sendiri merupakan platform data dan media yang menyajikan berbagai informasi dan infografis terkait kawasan Asia Tenggara, termasuk tren sosial, ekonomi, pariwisata, dan infrastruktur.

Kepala UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Kota Yogyakarta, Fitria Dyah Anggraini, menyebut penobatan tersebut sebagai sebuah “berkah”, meski pihaknya tidak mengetahui secara rinci mekanisme maupun kriteria penilaian yang digunakan.

Menurutnya, predikat tersebut akan semakin memperkuat daya tarik Malioboro sebagai destinasi wisata unggulan, baik di tingkat nasional maupun regional.

“Secara tata kota dan filosofis, Malioboro memang dirancang dengan sangat matang oleh para pendahulu kita. Jika dinobatkan sebagai jalan paling ikonik, itu cukup masuk akal karena secara lanskap menarik serta memiliki nilai sejarah dan budaya yang kuat,” ujarnya, Rabu, 15 April 2026.

Ia menambahkan, Malioboro selama ini telah dikenal sebagai kawasan wisata utama di Yogyakarta, pusat aktivitas ekonomi, sekaligus kawasan bersejarah yang memiliki keterkaitan dengan masa Sri Sultan Hamengku Buwono I hingga peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949.

Selain itu, pada 2023, UNESCO telah menetapkan Sumbu Filosofi Yogyakarta yang mencakup kawasan Malioboro sebagai Warisan Budaya Dunia. Sumbu tersebut membentang dari Tugu Golong-Gilig hingga Panggung Krapyak yang memiliki makna filosofis mendalam tentang asal dan tujuan hidup manusia.

Dalam catatan sejarah, Jalan Malioboro mulai berkembang sejak berdirinya Keraton Yogyakarta pada sekitar 1756, yang awalnya digunakan sebagai jalur seremonial penyambutan tamu kerajaan.

Pada masa kolonial Belanda, kawasan ini kemudian berkembang menjadi pusat pemerintahan dan ekonomi, ditandai dengan keberadaan sejumlah bangunan bersejarah seperti Gedung Agung, Benteng Vredeburg, dan Kantor Pos Besar Yogyakarta.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
MUI Gelar Silaturahmi Nasional Bareng Ormas Islam, Panglima TNI-Kapolri Hadir
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Ini yang Dilakukan Anggun dan Maudy Ayunda Jaga Rambutnya Tetap Cantik di Tengah Padatnya Syuting Para Perasuk
• 3 jam laluherstory.co.id
thumb
Heboh Kesehatan Mental Trump Disorot, Disebut Tak Sehat hingga Gila
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Ciri Kepribadian Orang yang Bisa Tidur di Mana Saja
• 11 jam lalubeautynesia.id
thumb
Diego Simeone Terharu usai Atletico Madrid Singkirkan Barcelona dari Liga Champions
• 15 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.