Produsen Whip-Pink di Jakpus Ubah Strategi Usai Kematian Lula Lahfah

detik.com
8 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Bareskrim Polri mengungkap pengakuan AS, pengawas sekaligus petugas packing gas nitrous oxide (N20) atau yang sering disebut gas tertawa merek Whip-Pink di Kemayoran, Jakarta Pusat. AS mengaku diperintahkan untuk mengubah strategi seusai kematian selebgram.

Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dirtipidnarkoba) Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, mengatakan bahwa AS bekerja pada produsen Whip-Pink tersebut sejak Maret 2025. Dia mengaku direkrut oleh seseorang berinisial SA.

"Tugas AS ini mengawasi dan asistensi produksi tabung Whip-Pink dari kosong hingga terisi sebanyak 5 varian berat serta melakukan tugas quality control," kata Brigjen Eko dalam keterangannya, Rabu (15/4/2026).

AS juga mengaku diperintahkan untuk lebih berhati-hati pasca-kematian selebgram. Mereka diminta mengubah strategi, termasuk memasang label peringatan.

"Setelah kejadian meninggalnya selebgram Lula Lahfah, Saudara SA memerintahkan kepada AS untuk lebih berhati-hati dan Lokasi produksi harus selalu tertutup serta memastikan stiker/label peringatan terpasang pada tabung Whip-Pink yang akan dijual," jelasnya.

Seluruh kegiatan produksi tersebut kemudian ia laporkan kepada SA. AS mengaku diupah Rp 1,8 juta plus uang makan Rp 50 ribu per hari.

"Pemilik usahanya ini adalah Saudara JH, ini masih kami lakukan pendalaman," katanya.

Produsen Whip-Pink di Kemayoran, Jakpus, digerebek Bareskrim Polri. (Dok. Istimewa)
Baca juga: Tak Ada Izin BPOM, Pabrik Whip-Pink di Jakpus Punya Jaringan Distribusi Luas
Tak Ada Izin BPOM

Bareskrim memastikan bahwa produksi gas N20 di Kemayoran, Jakpus, ini ilegal. Brigjen Eko Hadi menyebutkan produksi Whip-Pink tersebut tidak memiliki memiliki izin edar dari Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan (BPOM).

"Menurut keterangan admin, Saudari E, bahwa PT SSS tidak memiliki legalitas serta tidak memiliki izin edar BPOM terhadap produk Whip-Pink," ujar Brigjen Eko Hadi.

Eko mengatakan pabrik Whip-Pink tersebut memiliki total 16 warehouse (gudang). Selain di Jakarta, mereka memiliki gudang di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Bali, dan Lombok.

"Gudangnya ada di 16 lokasi, di Jakarta 5 gudang, Bandung 2 gudang, Makassar 1 gudang, Semarang 1 gudang, Jogjakarta 1 gudang, Balikpapan 1 gudang, Surabaya 1 gudang, Medan 1 gudang, Bali 2 gudang, dan Lombok 1 gudang," jelasnya.

Usaha tersebut telah berjalan sejak 2025. Omzet diperkirakan Rp 7,1 miliar, dengan rata-rata per bulan berada di angka Rp 2–5 miliar.

Baca juga: Bareskrim Bongkar Pabrik Whip-Pink Ilegal Beromzet Miliaran di Jakarta




(mea/dhn)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Adaro Beli Kestrel USD2,25 Miliar di 2018, Kini Jual ke Yancoal USD2,4 Miliar
• 13 jam laluidxchannel.com
thumb
Harga Emas dan Perak Mengamuk Lagi, Saatnya Pesta Lagi?
• 17 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Rismon Sianipar Terima SP3 Kasus Ijazah Jokowi, Kini Bisa Tidur Nyenyak Sambil Tertawa
• 6 jam laluokezone.com
thumb
Jadwal Leg Kedua Perempat Final Liga Champions 2025-2026 Malam Ini: Pembuktian Real Madrid dan Arsenal
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Kapolres Nias Selatan Memimpin Langsung Sertijab Kasat Binmas Dan Kabag SDM Polres Nias Selatan
• 2 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.