NEW YORK, KOMPAS.TV - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guteres menyerukan kepada pihak-pihak yang berkonflik untuk menghormati hak kebebasan navigasi di Selat Hormuz. Ia menegaskan perundingan untuk mengakhiri perang AS-Israel di Iran harus dilanjutkan.
Hal tersebut disampaikan Guterres menanggapi blokade Iran di Selat Hormuz yang berlangsung sejak awal perang dan blokade AS yang dimulai pada Senin (13/4/2026) lalu.
Guterres menegaskan tidak ada solusi militer yang bisa menyelesaikan konflik di Timur Tengah. Karena itu, pihak-pihak terkait harus menunjukkan kemauan politik untuk menyelesaikan konflik secara damai.
"Hak dan kebebasan navigasi internasional, termasuk di Selat Hormuz, harus dihormati oleh semua pihak," kata Antonio Guterres dikutip Anadolu, Selasa (14/4/2026).
Baca Juga: Militer AS Tegaskan Blokade Selat Hormuz Berlaku untuk Kapal Seluruh Negara
Sekjen PBB itu menambahkan, konflik yang terus-menerus terjadi khususnya di Timur Tengah, menunjukkan penghormatan terhadap hukum internasional yang semakin terkikis.
Guterres menegaskan hukum internasional tidak bisa diabaikan. Jika hukum internasional terus diabaikan, maka konflik dapat meluas hingga tidak terkontrol.
"Di seluruh dunia, dan dengan jelas di Timur Tengah, penghormatan untuk hukum internasional diinjak-injak," kata Guterres.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan militernya akan memblokade Selat Hormuz usai perundingan dengan Iran tidak mencapai kesepakatan.
Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan blokade tersebut berlaku untuk kapal seluruh negara. CENTCOM menyatakan kapal perang AS akan menghalau lalu lintas kapal dari dan menuju pelabuhan-pelabuhan di Iran.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- blokade selat hormuz
- selat hormuz
- as blokade selat hormuz
- perang iran
- sekjen pbb





