Orangtua Korban Kecewa, Sulit Hubungi Terra Drone Usai Kebakaran yang Tewaskan 22 Orang

kompas.com
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com — Orangtua korban kebakaran kantor PT Terra Drone Indonesia menyampaikan kekecewaan terhadap manajemen perusahaan dalam sidang perkara di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (15/4/2026).

Mulyati, ibu dari korban meninggal Muchamad Apriyana, menyatakan ia sulit menghubungi perusahaan penyedia jasa drone tersebut. Padahal, Mulyati ingin mengurus santunan untuk cucunya yang kini menjadi anak yatim.

"Saya mohon, saya kecewa sama PT Terra, menghubunginya sulit sekali. Bahkan saya datang ke Bandung (kantor cabang), surat saya tidak ditanggapi. Itu intinya saya kecewa," ujar Mulyati dalam persidangan, Rabu.

Baca juga: Kebakaran Tewaskan 22 Karyawan, Dirut Terra Drone Janjikan Beasiswa untuk Anak Korban

Mulyati mengungkapkan, almarhum putranya meninggalkan dua orang anak yang masih kecil. Sehingga pertanggungjawaban dari PT Terra Drone Indonesia sangat dibutuhkan.

"Ke depannya ini kan cucu saya dua orang kecil-kecil. Saya ingin sesuai dengan cucu saya yang dua orang," tutur Mulyati.

"Tolonglah PT Terra, mengerti kesedihan saya, hanya tahu 'Bu ini, Bu itu' selesai. Saya tidak akan menjadi kecewa, kan begitu," tambahnya.

Mulyati mengatakan almarhum putranya baru delapan bulan bekerja di PT Terra Drone sebelum akhirnya meninggal akibat kebakaran.

Berdasarkan keterangan dari dokter forensik, Mulyati mendapat informasi bahwa anaknya meninggal akibat kecelakaan kerja saat kebakaran kantor Terra Drone.

Usai kebakaran pada 9 Desember 2025, ada empat orang perwakilan perusahaan yang menyambangi kediaman Mulyati untuk menyampaikan belasungkawa atas kematian putranya.

"Jam 23.00 WIB ada kurang lebih empat orang. Mereka dari Jepang, dua orang, yang dua orang lagi dari perusahaan PT Terra," tambahnya.

Kuasa hukum Michael Wishnu, Triana Seroja Dewi, membantah hal tersebut.mIa mengatakan PT Terra Drone Indonesia sudah membantu pemakaman dan memberikan santunan kepada keluarga.

Baca juga: Sertifikat Laik Fungsi Gedung Terra Drone Ternyata Sudah Kedaluwarsa sejak 2020

"Kami berupaya dari awal. Ada perdamaian juga. Memang tidak semua, tapi dari 22 (korban meninggal) itu, 20 sudah berdamai, sudah menerima santunan," ujar Triana usai sidang.

Menurut Triana, besarnya santunan yang diberikan pun berbeda-beda. Antara lain dihitung dari masa kerja dan besaran gaji masing-masing karyawan yang tewas.

"(Besaran nominal) mungkin nanti ya, mohon maaf karena ini kan masih berproses di persidangan ini. Nanti ada datanya yang akan saya sampaikan," tambahnya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }
Dakwaan Michael Wishnu

Diberitakan sebelumnya, kasus kebakaran Gedung Terra Drone di Kemayoran kini sudah masuk ke tahap persidangan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kinerja Membaik, YULE Janji Bagi Dividen Lebih Besar 
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
Penyelundupan Paket Sabu ke Lapas Kotabumi Digagalkan
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Federico Barba Minta Persib Sapu Bersih 7 Laga Tersisa demi Hattrick Juara BRI Super League: Semua Partai Final!
• 12 jam lalubola.com
thumb
Dilaporkan Faizal Assegaf, Jubir KPK: Tidak Masalah!
• 21 jam laluokezone.com
thumb
Gibran Dorong Industri Gim Nasional Jadi Pilar Ekonomi Kreatif Berbasis Teknologi
• 19 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.