Yayasan Kamaira menggelar pelatihan seni kriya bagi anak-anak disabilitas di Jakarta Timur, Rabu (15/4/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh 35 anak dengan beragam kondisi seperti down syndrome, tunagrahita, tunadaksa, dan ADHD, sebagai bagian dari pembinaan dan pemberdayaan psikososial.
Yayasan Kamaira awalnya merupakan komunitas yang fokus pada pemulihan trauma psikososial anak, khususnya anak disabilitas.
Program yang dijalankan mencakup pelatihan sensorik dan motorik dengan tujuan mendorong kemandirian anak agar tidak bergantung pada orang lain di masa depan.
Di DKI Jakarta, Yayasan Kamaira membina sekitar 250 anak, dengan 50 anak berada di wilayah Jakarta Timur sebagai titik awal program.
Dalam pelatihan ini, anak-anak membuat sarung bantal dengan berbagai bentuk sesuai imajinasi menggunakan bahan seperti kain panel, kain perca, dan monte.
Hasil karya tersebut direncanakan akan dikembangkan menjadi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi. Produk akan dipamerkan setelah proses pelatihan selama 10 hari.
Dalam pelaksanaannya, pendampingan anak disabilitas memerlukan kesabaran dan pendekatan komunikasi yang intensif, terutama pada tahap awal untuk membangun kedekatan agar proses pembelajaran berjalan efektif.





