Pemprov Jatim Prioritaskan Layanan Dasar Meski Terjadi Penyesuaian Fiskal Rp2,8 Triliun

bisnis.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, SURABAYA — Pemerintah Provinsi Jawa Timur mulai melakukan pemetaan terhadap pembangunan tahun 2027 lewat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). Pelayanan dasar tetap menjadi fokus utama, di mana sektor pendidikan dan kesehatan tetap berada di barisan terdepan skala prioritas.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan pihaknya tidak hanya berkomitmen untuk sekadar mengejar angka pertumbuhan ekonomi secara statistik. Namun, pertumbuhan yang memiliki dampak nyata atau berkualitas. Salah satunya melalui penguatan layanan dasar dan konektivitas wilayah.

Ia menegaskan program pelayanan dasar di bidang pendidikan dan kesehatan tidak boleh goyah, meski ada koreksi anggaran akibat penyesuaian fiskal, yang membuat alokasi kewenangan provinsi berkurang hingga Rp2,8 triliun.

"Berkualitas itu artinya memastikan desa kebagian, masyarakat rentan juga kebagian. Pelayanan dasar harus terhubung dengan konsep ini agar pendidikan dan kesehatan menjangkau semua," ujar Khofifah, Rabu (15/4/2026).

Berbagai komponen dalam RKPD, tutur Khofifah, diproyeksikan sebagai fundamen yang vital dalam memastikan seluruh masyarakat sejahtera. Di sektor kesehatan, sejumlah proyek strategis segera rampung, seperti RS Mohammad Noer di Pamekasan dan pengembangan rumah sakit di Jember.

"Nantinya, terdapat lima rumah sakit regional yang tersebar strategis di Surabaya, Madiun, Malang, lalu Madura, hingga wilayah Tapal Kuda. Ini untuk memeratakan akses layanan kesehatan kelas satu di seluruh penjuru Jawa Timur," tegasnya. 

Baca Juga

  • Emil Dardak Ungkap Strategi Efiensi Anggaran Jatim: WFH hingga Pangkas Perdin

Senada dengan arahan pemerintah pusat, Pemprov Jatim juga tengah menyiapkan kawasan metropolitan sebagai penggerak pertumbuhan baru. Fokusnya adalah ekonomi jasa, kreatif, dan digital.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menjelaskan salah satu kunci penggerak ekonomi metropolitan adalah integrasi transportasi publik. Strategi yang diambil adalah memperkuat jejaring Trans Jatim, baik di wilayah Surabaya Raya maupun Malang Raya.

Tak hanya di darat, konsep maritim turut diperkuat melalui Trans Jatim Laut serta optimalisasi Pelabuhan Jangkar. Integrasi tersebut akan dipadukan dengan Proyek Strategis Nasional (PSN) seperti pembangunan jalur ganda (double track) hingga kereta bertenaga listrik.

"Saat ini kontrak teknis secara detail senilai 7 juta euro atau sekitar Rp140 miliar yang sudah berjalan. Ini konkret dan nyata," jelas Emil.

Selain mobilitas, Provinsi Jawa Timur juga dipersiapkan menjadi pusat swasembada energi. Emil membeberkan pemanfaatan gas alam di Bojonegoro untuk produksi metanol serta hilirisasi bioetanol di Glenmore, Banyuwangi, yang diproyeksikan menjadi pilar penting dalam mewujudkan kemandirian energi nasional.

Lebih lanjut, terdapat pula proyek Grass Root Refinery (GRR) di Tuban yang secara terus-menerus masih dikaji keberlanjutannya. Dengan begitu, Jawa Timur diprediksi menjadi pusat petrokimia dan sumber daya BBM nasional.

Mantan Bupati Trenggalek tersebut menekankan bahwa pembangunan transportasi publik dan energi adalah investasi jangka panjang yang tidak boleh goyah oleh dinamika singkat. 

"Jika kita ragu atau batal hanya karena ada sedikit goncangan, transportasi publik kita tidak akan pernah maju," pungkasnya. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sudah Pertengahan April, Persetujuan RKAB Tambang 2026 Tuntas 90%
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Revitalisasi 1.600 Sekolah di NTB Tahun 2026, Anggaran Tembus Rp1 Triliun
• 19 jam lalupantau.com
thumb
Ancol Rombak Susunan Komisaris dan Direksi Usai RUPS
• 23 jam lalukompas.com
thumb
Pemerintah Yakin Fenomena Sosial-Ekonomi Chilean Paradox Tak Akan Terjadi di RI
• 6 jam lalukatadata.co.id
thumb
Mengukur Daya Tarik Obligasi RI saat Dana Asing Menguap Rp21 Triliun di Pasar SBN
• 7 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.