Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Pelanggan diimbau rutin mengecek jadwal perjalanan melalui aplikasi resmi karena adanya perubahan pola operasi
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta resmi memulai proyek pengembangan prasarana di Stasiun Bogor pada Rabu, 15 April 2026.
Proyek ini meliputi perpanjangan jalur kereta api serta pengembangan peron guna meningkatkan kapasitas layanan di stasiun dengan volume penumpang tertinggi di Jabodetabek tersebut.
Dampak dari pekerjaan ini, KAI Daop 1 Jakarta melakukan penutupan sementara pada peron jalur 6 hingga jalur 8. Selain itu, pola operasi perjalanan KRL di Stasiun Bogor dan sekitarnya juga mengalami penyesuaian.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk menjawab kebutuhan layanan yang terus meningkat dari tahun ke tahun.
"Mulai 15 April 2026, pekerjaan pengembangan di Stasiun Bogor resmi dilaksanakan. Penutupan sementara peron jalur 6 sampai 8 dilakukan untuk memastikan seluruh proses pekerjaan, termasuk perpanjangan jalur dan penataan peron, dapat berjalan dengan aman dan optimal," ujar Franoto dalam keterangan resminya, Rabu, 15 April 2026.
Target Pengerjaan Tiga Bulan
Proyek pengembangan ini direncanakan berlangsung selama kurang lebih tiga bulan. Selama periode tersebut, rekayasa operasional perjalanan KRL akan diberlakukan untuk menjaga kelancaran arus penumpang meski terdapat keterbatasan jalur.
Franoto menegaskan, meskipun ada penyesuaian pola operasi, aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Seluruh tahapan pengerjaan dilakukan dengan pengawasan ketat dan manajemen risiko sesuai prosedur teknis yang berlaku.
"Keselamatan merupakan prioritas utama kami. Seluruh pekerjaan dilaksanakan dengan standar safety yang ketat agar tidak mengganggu keandalan operasional serta tetap menjamin keamanan pelanggan," tambahnya.
Mitigasi dan Informasi Layanan
Sebagai langkah mitigasi, KAI Daop 1 Jakarta mengoptimalkan penggunaan jalur-jalur yang masih aktif agar penumpukan penumpang dapat diminimalisir. Pihak KAI juga gencar memberikan informasi terkini melalui berbagai kanal komunikasi agar pengguna jasa dapat merencanakan perjalanannya dengan lebih baik.
Di masa depan, pengembangan Stasiun Bogor diharapkan dapat meningkatkan kelancaran arus penumpang dan kenyamanan fasilitas secara signifikan.
"Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan selama masa pekerjaan berlangsung. Penyesuaian ini merupakan bagian dari upaya kami dalam menghadirkan layanan yang lebih baik, aman, dan andal ke depannya," pungkas Franoto.
Bagi masyarakat yang ingin memantau jadwal terkini, disarankan untuk secara rutin mengecek informasi melalui aplikasi resmi atau media sosial KAI Commuter.
Editor: Redaksi TVRINews





