Ikan teri memang sudah lama jadi andalan banyak orang Indonesia. Selain rasanya gurih dan cocok dipadukan dengan berbagai menu rumahan, ikan kecil ini juga mudah ditemukan di pasar dengan harga yang relatif terjangkau. Tapi jangan salah, di balik ukurannya yang mungil, ikan teri ternyata menyimpan segudang manfaat untuk kesehatan.
Menurut ahli Bioteknologi Universitas Airlangga (UNAIR), Heru Pramono, kandungan asam amino dalam ikan teri memiliki banyak manfaat kesehatan, terutama bagi ibu hamil.
“Terdapat 20 jenis asam amino yang terkandung dalam ikan teri dapat mendukung kesehatan ibu hamil. Selain itu, kandungan kalsium sangat baik untuk tumbuh kembang janin,” kata Heru seperti dikutip dari laman UNAIR, Rabu (15/4).
Selain kaya asam amino, ikan teri juga dikenal mengandung omega-3. Dikutip dari laman Instagram Siloam Hospital, ikan teri mengandung 1.000 mg omega 3, lemak 2,5 gram, protein 17 gram, dan energi 96 kcal. Kandungan ini tentu jadi nilai tambah, terutama bagi kamu yang ingin menjaga kesehatan tanpa harus makan mahal.
“Ikan kecil di laut biasanya mengkonsumsi plankton atau mikroba alam yang mengandung omega-3. Menurut penelitian, kandungan ini bermanfaat untuk perkembangan otak dan mencegah kardiovaskuler. Sedangkan kandungan kalsiumnya baik untuk pertumbuhan tulang,” tutur Heru.
Selain itu, ikan teri juga tinggi protein yang berperan penting dalam pembentukan jaringan tubuh. Bahkan, menurut Heru, kandungan protein tersebut juga berpotensi sebagai anti kanker.
Tips Mengolah Ikan Teri Biar Tetap SehatMenurut Heru, meski ikan teri punya banyak manfaat, cara pengolahannya perlu diperhatikan agar nutrisinya tetap terjaga. Ia menyarankan untuk selalu memastikan kebersihan dan kesegaran ikan sebelum diolah.
“Ikan teri yang segar memiliki sedikit bakteri dan aman dikonsumsi. Meminimalkan proses pemasakan, seperti durasi masak singkat atau penyajian utuh, untuk mengurangi panas dan menjaga nutrisi,” jelasnya.
Supaya lebih sehat, kamu juga bisa mencoba menambahkan ikan teri ke dalam telur goreng sebagai pengganti garam. Selain menambah rasa gurih alami, cara ini juga membantu mengurangi konsumsi garam berlebih.
Namun, perlu diingat untuk tidak mengonsumsi ikan teri kering asin secara berlebihan. Sebab, kandungan natriumnya cukup tinggi dan bisa memicu hipertensi jika dikonsumsi terus-menerus. Sebagai alternatif, kamu juga bisa mengurangi penggunaan garam di masakan lain dan memanfaatkan teri sebagai penambah rasa.
Selain itu, faktor kebersihan juga jadi hal penting. “Ada riset yang menyebutkan, ikan yang dipasarkan dalam kondisi tidak higienis rentan terpapar bakteri yang patogen. Salah satunya adalah Escherichia coli atau sejenis salmonella yang dapat membahayakan konsumen,” kata Heru.
Karena itu, Heru tidak menganjurkan konsumsi ikan teri dalam kondisi mentah di Indonesia. Mengingat kondisi iklim tropis, risiko kontaminasi bakteri dan patogen cenderung lebih tinggi. Ia juga membandingkan dengan Jepang yang menggunakan wasabi sebagai antiparasit saat mengonsumsi ikan mentah.
Meski begitu, kunci utamanya tetap pada keseimbangan. Selama dikonsumsi dengan cara yang tepat dan tidak berlebihan, ikan teri bisa jadi pilihan lauk sederhana yang bukan cuma enak, tapi juga kaya manfaat.





