Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews, Jakarta
Program pembangunan 3 juta rumah yang digagas Presiden Prabowo Subianto disebut menjadi salah satu motor penggerak baru bagi perekonomian nasional. Pemerintah menilai program ini tidak hanya berdampak pada sektor properti, tetapi juga memicu aktivitas ekonomi di berbagai lini industri.
Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menyampaikan bahwa pelaksanaan program tersebut mendorong efek berganda yang signifikan, terutama melalui peningkatan permintaan dalam rantai pasok domestik.
“Eksekusi Program 3 Juta Rumah memicu reaksi berantai dan multiplier effect yang menggerakkan roda ekonomi dari skala usaha mikro hingga korporasi besar,” ujar Qodari
Ia menjelaskan, sedikitnya 185 industri turunan akan terdampak langsung oleh program ini. Industri tersebut mencakup sektor hulu dan hilir yang saling terhubung dalam proses pembangunan hingga pemanfaatan hunian.
Pada sektor hulu, peningkatan produksi akan terjadi pada berbagai material dasar seperti semen, baja ringan, keramik, batu bata, genteng, dan cat.
Sementara itu, sektor hilir diproyeksikan mengalami lonjakan permintaan pada produk dan jasa pendukung, mulai dari furnitur, peralatan elektronik rumah tangga, desain interior, hingga layanan keuangan.
“Pembangunan rumah mengaktifkan sedikitnya 185 industri turunan yang terbagi dalam dua kelompok utama,” tambah dia.
Qodari juga menekankan bahwa dampak program ini tidak hanya terbatas pada sektor industri, tetapi juga menyentuh aspek ketenagakerjaan. Setiap pembangunan satu unit rumah tapak dapat melibatkan lima hingga tujuh tenaga kerja, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Selain pekerja konstruksi, peluang kerja juga terbuka bagi profesi lain seperti arsitek, insinyur sipil, serta mandor. Bahkan, aktivitas pembangunan turut memberi dampak ekonomi bagi sektor pendukung, termasuk pekerja pabrik bahan bangunan, sopir logistik, hingga pelaku usaha kecil di sekitar lokasi proyek.
“Program ini telah menciptakan ekosistem ekonomi baru yang membuka peluang kerja riil bagi masyarakat,” pungkas dia.
Editor: Redaktur TVRINews





