Indodax Rilis 7 Token Saham Global Berbasis Blockchain, Ada Tesla Hingga Apple

wartaekonomi.co.id
4 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indodax menghadirkan tujuh aset tokenized stocks yang merepresentasikan saham global untuk investor Indonesia, sebagai upaya memperluas akses investasi lintas negara berbasis teknologi blockchain. Produk ini akan mulai tersedia melalui pembukaan deposit pada 9 April 2026 pukul 14.00 WIB dan dilanjutkan dengan perdagangan pada 16 April 2026 pukul 14.00 WIB.

Tujuh aset tersebut meliputi Tesla (TSLAX), Alphabet (GOOGLX), NVIDIA (NVDAX), Circle (CRCLX), Apple (AAPLX), Amazon (AMZNX), dan Coinbase (COINX) yang berjalan di jaringan Solana. Kehadiran instrumen ini menjadi bagian dari integrasi antara pasar keuangan tradisional dengan ekosistem aset digital yang berkembang.

Vice President Indodax, Antony Kusuma, menyatakan bahwa inovasi ini sejalan dengan tren global dalam membuka akses investor terhadap aset lintas pasar.

“Melalui tokenized stocks, kami melihat adanya pergeseran cara investor mengakses aset global menjadi lebih terbuka dan fleksibel. Ini bukan hanya soal kemudahan akses, tetapi juga bagaimana teknologi blockchain dapat menyederhanakan proses yang sebelumnya lebih kompleks. Namun, pemahaman terhadap mekanisme dan risiko tetap menjadi hal penting agar investor dapat mengambil keputusan secara bijak,” ujar Antony, dalam keterangan resmi, Jakarta, Rabu (15/4/2026). 

Tokenized stocks merupakan aset digital yang nilainya dipatok dengan rasio 1:1 terhadap harga saham perusahaan di pasar modal konvensional. Melalui skema ini, investor dapat memperoleh eksposur terhadap saham global tanpa harus membuka akun pada broker internasional.

Instrumen ini memungkinkan kepemilikan secara fraksional, sehingga investor dapat membeli saham dalam unit yang lebih kecil dibandingkan perdagangan saham konvensional. Selain itu, transaksi dapat dilakukan selama 24 jam tanpa henti, berbeda dengan bursa saham yang memiliki jam operasional terbatas.

Dari sisi mekanisme, sistem berbasis blockchain memungkinkan penyelesaian transaksi secara real-time serta memberikan fleksibilitas dalam penarikan aset. Hal ini dinilai dapat meningkatkan efisiensi transaksi sekaligus memperluas akses investor ritel terhadap pasar global.

Baca Juga: Bitcoin Naik 6%, Indodax: Rally Dipicu Geopolitik dan Lonjakan Permintaan

Baca Juga: Pajak Kripto Tembus Rp1,96 T, Indodax Sumbang 46%

Baca Juga: Bitcoin Menguat Saat Konflik Timur Tengah Memanas, Emas dan S&P 500 Tertekan! Indodax: Mirip Pandemi

Namun demikian, perbedaan karakteristik antara pasar kripto yang beroperasi 24 jam dan bursa saham konvensional berpotensi menimbulkan selisih harga pada waktu tertentu. Kondisi ini menuntut pemahaman investor terhadap mekanisme instrumen yang digunakan.

Indodax menyatakan langkah ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan alternatif instrumen investasi yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar. Ke depan, perusahaan menekankan pentingnya keseimbangan antara inovasi produk dan penguatan edukasi bagi investor.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Waketum Perindo: Dugaan Pelecehan di Kampus Bisa Jadi Fenomena Gunung Es
• 36 menit laluokezone.com
thumb
Harga Plastik di RI Meledak, Menperin Minta Tolong Ini ke Industri
• 9 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Griezmann Rajut Mimpi Tutup Karier Bersama Atletico dengan Trofi
• 6 jam lalurepublika.co.id
thumb
20 Tahun Berkarya, Sammy Simorangkir Siap Gelar Konser Tunggal
• 12 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Trump Tidak Terima Dikecam Akibat Serang Paus Leo, Kini Musuhi Sekutunya di Eropa
• 13 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.