BPS Lembata Luncurkan Program Desa Cinta Stastistik, Upaya Perkuat Tata Kelola Data Tingkat Desa

tvrinews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Ama Boro Huko

TVRINews, Lembata

Badan Pusat Statistik (BPS) meluncurkan program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) 2026 di Kabupaten Lembata sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola data hingga tingkat desa. Program ini diharapkan menjadi fondasi penting dalam perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran. 

Berdasarkan data yang dihimpun tvrinews, Rabu, 15 April 2026. Laporan capaian kinerja makro yang diserahkan Pemerintah Kabupaten Lembata pada triwulan pertama tahun 2026, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Lembata pada 2025 itu mencapai 4,47 persen. Angka ini menunjukkan stabilitas ekonomi daerah yang terus membaik. 

Sementara indeks pembangunan Manusia (IPM) juga meningkat menjadi 69,70 mencerminkan adanya perbaikan kualitas hidup masyarakat. Meski demikian, tingkat kemiskinan masih berada di kisaran 23,27 persen. Kondisi ini menjadi tantangan utama yang perlu diatasi melalui kebijakan yang lebih terarah dan berbasis data. Sedangkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berada di angka 1,37 persen dan inflasi daerah relatif terkendali.

Menanggapi hal tersebut,  Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq menegaskan bahwa data yang akurat menjadi kunci dalam merumuskan kebijakan pembangunan. Tanpa data yang akurat, kebijakan berisiko tidak tepat sasaran.

Dengan program Desa Cantik, tujuan BPS Lembata berfokus untuk meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam mengumpulkan, mengelola, dan memanfaatkan data. Untuk tahun 2026 ini, desa yang menjadi lokus program ini diantaranya Lamatuka, Baopana, dan Muruona.

Program Desa Cantik juga sejalan dengan kebijakan nasional Satu Data Indonesia serta mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Oleh karena itu, Bupati Lembata  mengajak seluruh perangkat daerah dan pemerintah desa untuk memperkuat sinergi dalam mendukung sistem statistik nasional hingga ke tingkat desa.

Sementara rencana pelaksanaan sensus sosial ekonomi nasional pada Mei 2026, kesiapan data dari desa akan sangat menentukan kualitas hasil sensus dan berdampak pada arah kebijakan pembangunan.

Melalui program ini, BPS bersama pemerintah daerah berharap pengelolaan data di tingkat desa semakin baik, sehingga mampu mendukung pembangunan yang lebih efektif, transparan, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. 

Diketahui peluncuran program tersebut berlangsung di halaman kantor Desa Lamatuka, Kecamatan Lebatukan, Selasa kemarin 14 April 2025. Selain dihadiri Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq. Kepala BPS Kabupaten Lembata, Muhamad Sukin, dan jajaran perangkat daerah serta aparat desa turut hadir dalam kegiatan.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Persebaya Dilanda Masalah Kebugaran Pemain Jelang Lawan Madura United
• 10 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Rencana Pajak Air Sawit Rp1.700 per Batang Tuai Kritik dan Dinilai Kontraproduktif
• 11 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Singapore Airlines Siarkan Langsung Piala Dunia 2026 di Pesawat
• 7 jam lalubisnis.com
thumb
Skema Peserta PBI BPJS Kesehatan Dirombak, Daerah Miskin Dapat Jatah Lebih Besar
• 7 jam lalukatadata.co.id
thumb
Kasus Pemerasan Izin TKA, KPK Dalami Aset Milik Mantan Sekjen Kemenaker
• 6 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.