Jakarta (ANTARA) - Kepala Pos Komando Wilayah Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Aceh Safrizal ZA memastikan pembangunan jembatan rangka baja di Sungai Wih Porak, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Bener Meriah, berjalan lancar sesuai jadwal.
Dalam kunjungannya di lokasi proyek, Rabu, Safrizal melihat langsung proses pengerasan lahan yang menjadi fondasi utama sebelum pemasangan rangka baja dilakukan. Menurutnya, langkah ini krusial mengingat kawasan Wih Porak memiliki sejarah kerawanan bencana hidrometeorologi, termasuk banjir luapan yang sempat mengganggu akses transportasi ke Aceh Tengah pada awal April lalu.
"Kita ingin memastikan bahwa secara teknis, persiapan lahan ini benar-benar matang agar jembatan rangka baja sepanjang 40 meter ini nantinya memiliki daya tahan yang maksimal," katanya.
Untuk menjaga ritme kerja agar tetap lancar, pihaknya memberikan instruksi khusus kepada pihak kontraktor agar menempatkan tenaga kerja di lokasi yang dekat dengan titik proyek. Menurutnya, efisiensi waktu dan kedekatan koordinasi di lapangan adalah kunci percepatan pembangunan.
Baca juga: Safrizal: Pemerintah pastikan pemulihan Aceh terarah dan berkelanjutan
Terkait mobilitas warga saat ini, pihaknya memastikan jembatan darurat yang menggunakan rangkaian kontainer tetap berfungsi dan aman dilintasi. Pihak PRR Aceh juga telah menyiagakan kontainer cadangan di sekitar lokasi sebagai langkah antisipasi cepat jika terjadi kendala tak terduga.
Selain di Wih Porak, dia juga memantau kondisi Jembatan Bailey Umah Besi di Kecamatan Gajah Putih yang mengalami kerusakan struktur akibat beban tonase kendaraan yang berlebih.
Merespons kondisi tersebut, Safrizal bergerak cepat dengan melakukan koordinasi ke pemerintah pusat untuk pengiriman material Armco.
Dia menjelaskan, material ini akan digunakan untuk memperkuat jembatan darurat yang sedang disiapkan, sehingga saat Jembatan Bailey dibongkar untuk perbaikan total, arus logistik dan transportasi masyarakat tidak akan terputus.
Baca juga: Safrizal tepis narasi pemerintah menyerah tangani lumpur pascabencana
"Komitmen kita adalah memastikan seluruh titik rawan di lintas ini segera tertangani dengan solusi teknis yang tepat dan cepat," katanya.
Dalam kunjungannya di lokasi proyek, Rabu, Safrizal melihat langsung proses pengerasan lahan yang menjadi fondasi utama sebelum pemasangan rangka baja dilakukan. Menurutnya, langkah ini krusial mengingat kawasan Wih Porak memiliki sejarah kerawanan bencana hidrometeorologi, termasuk banjir luapan yang sempat mengganggu akses transportasi ke Aceh Tengah pada awal April lalu.
"Kita ingin memastikan bahwa secara teknis, persiapan lahan ini benar-benar matang agar jembatan rangka baja sepanjang 40 meter ini nantinya memiliki daya tahan yang maksimal," katanya.
Untuk menjaga ritme kerja agar tetap lancar, pihaknya memberikan instruksi khusus kepada pihak kontraktor agar menempatkan tenaga kerja di lokasi yang dekat dengan titik proyek. Menurutnya, efisiensi waktu dan kedekatan koordinasi di lapangan adalah kunci percepatan pembangunan.
Baca juga: Safrizal: Pemerintah pastikan pemulihan Aceh terarah dan berkelanjutan
Terkait mobilitas warga saat ini, pihaknya memastikan jembatan darurat yang menggunakan rangkaian kontainer tetap berfungsi dan aman dilintasi. Pihak PRR Aceh juga telah menyiagakan kontainer cadangan di sekitar lokasi sebagai langkah antisipasi cepat jika terjadi kendala tak terduga.
Selain di Wih Porak, dia juga memantau kondisi Jembatan Bailey Umah Besi di Kecamatan Gajah Putih yang mengalami kerusakan struktur akibat beban tonase kendaraan yang berlebih.
Merespons kondisi tersebut, Safrizal bergerak cepat dengan melakukan koordinasi ke pemerintah pusat untuk pengiriman material Armco.
Dia menjelaskan, material ini akan digunakan untuk memperkuat jembatan darurat yang sedang disiapkan, sehingga saat Jembatan Bailey dibongkar untuk perbaikan total, arus logistik dan transportasi masyarakat tidak akan terputus.
Baca juga: Safrizal tepis narasi pemerintah menyerah tangani lumpur pascabencana
"Komitmen kita adalah memastikan seluruh titik rawan di lintas ini segera tertangani dengan solusi teknis yang tepat dan cepat," katanya.





