Kemensos dan BPS Pemutakhiran DTSEN Guna Penyaluran Bansos Tepat Sasaran 

realita.co
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA (Realita)- Pemutakhiran Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) volume 2 sebagai dasar penyaluran bantuan sosial (bansos) Triwulan II tahun 2026.

Hal tersebut dilakukan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan pemutakhiran Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Langkah ini dilakukan guna memastikan penyaluran bansos lebih tepat sasaran.

Baca juga: Peletakan Batu Pertama Bedah Rumah Program Kementerian Sosial di Desa Talaga

Salam keterangannya, Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan bahwa pembaruan DTSEN secara berkala merupakan langkah untuk meningkatkan akurasi data penerima bantuan sosial (bansos).

"Ada yang sebelumnya tidak menerima, sekarang menerima. Dan ada yang selama ini menerima tetapi masuk ke inclusion error, sehingga tidak menerima lagi. Jadi memang data ini dinamis," ujar Gus Ipul di Jakarta, Selasa (14/4).

Gus Ipul juga menyampaikan dalam konferensi pers di kantor Kemensos, Jakarta. Pada, Senin (13/4). Berdasarkan DTSEN Volume dua tahun 2026, terdapat sekitar 11.014 keluarga penerima manfaat (KPM) yang dikeluarkan dari daftar penerima bansos (inclusion error). Angka ini setara dengan 0,06�ri total penerima bansos Triwulan I 2026.

"Kemensos juga memasukkan penerima baru dari hasil pemutakhiran data. Dari 77.014 keluarga yang sebelumnya belum memiliki desil, sebanyak 27.176 keluarga kini sudah terklasifikasi melalui ground check," terangnya.

Baca juga: Pemkot beri Bantuan Modal Usaha Rombong ke Pokmas dan Pertukir Keluarga Miskin

Dirinya juga merinci, sebanyak 25.665 keluarga di antaranya masuk dalam desil 1-4 dan berpotensi menjadi penerima bansos, sementara 1.511 kk berada di desil 5-10 dan masuk ke data inclusion error," tambahnya.

Kemensos juga menegaskan dalam hal ini, bahwa pihaknya juga membuka kanal resmi bagi masyarakat yang ingin mengajukan sanggahan atau laporan terkait status penerima bansos.

"Untuk yang merasa keberatan tentu diperbolehkan, salurannya sudah kita siapkan. Dengan harapan disertai bukti sehingga bisa kami nilai untuk kelanjutannya," sambungnya.

Baca juga: Bersumber dari APBD Surabaya 2024, BLT Permakanan Sasar 8.310 Warga

Lebih lanjut, Menteri Sosial juga menjelaskan bahwa Kemensos selalu transparan dengan data dan membuka partisipasi masyarakat seluas-luasnya.

"Pemutakhiran DTSEN juga telah diintegrasikan dengan data kependudukan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk memperkuat validitas data," ungkapnya.

Kemensos memastikan penyaluran bansos Triwulan II tahun 2026 lebih akurat, transparan, dan tepat sasaran,"; pungkasnya.(Ang)

Editor : Redaksi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Freeport Ramal Bisa Setor Rp54 Triliun ke Negara di 2026
• 22 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Meluncur di IIMS 2026, AEROX ALPHA Pamerkan Warna & Grafis Anyar yang Anti-Mainstream
• 6 jam lalumediaapakabar.com
thumb
RUPSLB Telkom (TLKM) Batal, Jadwal Baru Belum Diungkap
• 13 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kontribusi Freeport ke Negara Sentuh Rp 187 Triliun
• 17 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Kabar Bahagia, Park Shin-hye Tengah Mengandung Anak Kedua
• 8 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.