Kemendagri Dorong BUMD Perkuat Inovasi dan Tata Kelola

jpnn.com
6 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Penghargaan Top BUMD Awards 2026 diberikan kepada sejumlah badan usaha milik daerah (BUMD) dari seluruh Indonesia.

Penghargaan tersebut rutin digelar oleh Majalah Top Business berkolaborasi dengan sejumlah lembaga/pakar. Itu antara lain Institut Otonomi Daerah (I-Otda), dan lain-lain.

BACA JUGA: Top BUMD Award 2026, Kemendagri Soroti Inovasi untuk Pelayanan Publik dan Ekonomi Daerah

Acara puncak Top BUMD Awards 2026 tersebut digelar di Hotel Raffles Jakarta, Senin (13/4).

Ketua Penyelenggara Top BUMD Awards 2026, M. Lutfi Handayani, mengatakan bahwa BUMD harus menjadi pemain utama ekonomi dan layanan publik di daerah. BUMD harus menjadi kebanggaan daerah dan bangsa.

BACA JUGA: Borong 4 Penghargaan TOP BUMD Awards 2026, Sachrudin Ingatkan Jajaran Jangan Berpuas Diri

“Karena kami meyakini, BUMD yang hebat tidak lahir dari kompetisi semata, tetapi dari kemauan untuk terus belajar, berbenah, dan bertransformasi. Oleh karena itu, Top BUMD Awards hadir bukan sekadar untuk memberi penghargaan,” kata Lutfi yang juga Pemimpin Redaksi Majalah Top Business itu.

Top BUMD Awards adalah gerakan nasional. Gerakan untuk mendorong BUMD menjadi lebih profesional, lebih inovatif, dan lebih berdaya saing. Ini adalah kegiatan penghargaan dan pembelajaran BUMD terbesar dan paling membanggakan di Indonesia.

BACA JUGA: Wamendagri Bima Arya Dorong Efisiensi dan Reformasi BUMD Secara Menyeluruh

Top BUMD Awards 2026 diikuti oleh 248 BUMD/BLUD terbaik di Indonesia, meningkat 4,2% dibandingkan tahun 2025 yang lalu.

Dari jumlah tersebut, ada 218 BUMD yang berhasil mengikuti proses penilaian secara lengkap.

“Kami tidak berhenti pada penilaian. Kami menghadirkan ‘Nilai Tambah’, yang membuat tiap peserta mendapatkan masukan langsung dari Dewan Juri, sebagai panduan konkret untuk meningkatkan kinerja ke depan,” kata Lutfi lebih lanjut.

Nama Pemenang

Adapun sejumlah nama pemenang penghargaan Top BUMD Awards 2026 adalah: Perumdam Tirta Kerta Raharja Kabupaten Tangerang; PT Mitra Patriot (Perseroda) Kota Bekasi; Perumda Tirta Patriot Kota Bekasi;

RSUD dr Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan; Bank Kalteng; Rumah Sakit Jiwa Provinsi Kalimantan Barat; PDAM Kabupaten Kotabaru.

Lantas, ada Bank Kalsel; PT Tirta Asasta Depok (Perseroda); Perumdanm Danum Benuanta Bulungan; Perumdam Tirta Uli Pematangsiantar; Perumdam Mojopahit Mojokerto; Perumda Delta Tirta Sidoarjo; UPT RSUD Tenriawaru Kabupaten Bone.

Berikutnya adalah RSUD Ajibarang Banyumas; PT Jamkrida Kalimantan Timur; Perumdam Tirta Taka Kabupaten Nunukan; Perumdam Apa' Mening Malinau; Perumdam Tirta Muaro Kabupaten Tebo; Perumdam Tirta Lamandau; BPR Bank Daerah Lamongan (Perseroda); Perumdam Pancuraji Sanggau; Perumdam Tirta Mentaya Kotawaringin Timur; Perumdam Tirta Merapi Kabupaten Klaten; PT BPR Rokan Hilir (Perseroda).

Aset Besar

Sebagai pembicara kunci (keynote speaker) di acara puncak tersebut, Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri Kementerian Dalam Negeri RI, Yusharto Huntoyungo, menyampaikan sejumlah pesan.

Antara lain, dia mengatakan bahwa kini total aset BUMD se-Indonesia senilai Rp1.240 triliun.

“Aset BUMD yang besar itu tentu akan berpotensi besar bila disertai dengan inovasi yang intensif,” Yusharto mengatakan.

BUMD setidaknya harus bisa mencapai level full cost recovery (FCR) sekali pun profitnya mungkin tak sebesar perusahaan swasta. “BUMD pun sejatinya perlu penguatan modal dasar,” kata Yusharto.

Ia pun mengatakan bahwa dengan aset ribuan triliun Rupiah out, BUMD perlu banyak dukungan penuh. Satu bentuk itu adalah dukungan memadai berbentuk payung hukum nan memadai.

“Kini kita sudah punya payung hukum memadai untuk BUMD. Maka, selanjutnya, kita perlu menyusun langkah-langkah strategis untuk BUMD. Pemangku kepentingan pun perlu disertakan dalam hal ini.”

Kriteria Penilaian

Dalam sambutannya di acara puncak itu, Ketua Dewan Juri Top BUMD Awards 2026, Prof. Dr. Djohermansyah Djohan, M.A., menjelaskan bahwa tema tahun ini adalah: Inovasi BUMD dalam Pembangunan Berkelanjutan.

Tema ini menegaskan bahwa BUMD tidak lagi cukup hanya berorientasi pada profit, tetapi harus menjadi motor penggerak pembangunan yang berkelanjutan, inklusif, dan berdaya saing tinggi, selaras dengan prinsip ESG (Environmental, Social, Governance).

“Atas nama Dewan Juri, kami menyampaikan bahwa proses penilaian dilakukan secara objektif dan independen, melalui tahapan evaluasi kinerja, dokumen, serta wawancara penjurian yang mendalam,” kata Djohermansyah.

Penilaian didasarkan pada empat aspek utama, yaitu: Kinerja bisnis yang sehat dan berkelanjutan; Inovasi dan perbaikan berkelanjutan (continuous improvement); Kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah; dan Peran strategis BUMD/BLUD dalam pembangunan berkelanjutan.

Dalam konteks pembangunan berkelanjutan, Dewan Juri juga menilai peran dan kontribusi pada lima pilar utama, yaitu: Pengelolaan lingkungan dan energi; Tanggung jawab sosial dan pemberdayaan Masyarakat; Tata kelola perusahaan yang baik (GCG); Ketahanan pangan dan air; dan pembangunan ekonomi daerah berkelanjutan.

“Kami juga memberi apresiasi khusus terkait kontribusi BUMD dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), terutama di tengah dinamika kebijakan fiskal nasional yang menuntut kemandirian keuangan daerah,” kata Djohermansyah. (flo/jpnn)

 


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Korlantas Polri Tegaskan Info Pemutihan Pajak 2026 Gratis Adalah Hoaks
• 6 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Bank Dunia Siapkan Rp 1.700 T untuk Negara Terdampak Perang
• 13 jam lalukatadata.co.id
thumb
Tinjau Kampung Bahagia di Jambi, Wamendagri Bima Tekankan Pentingnya Peran Ketua RT
• 5 jam lalujpnn.com
thumb
Polling kumparan: 78,19% Pembaca Yakin Juara Piala Dunia Bukan Argentina Lagi
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Menkomdigi: Pandawa 24 Jam Jadi Upaya Digitalisasi Pangkas Inefisiensi Layanan Publik
• 4 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.