Mendagri Apresiasi Program Bedah Rumah Tidak Layak Huni di Wilayah Papua

tvrinews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Intan Kw

TVRINews, Jakarta

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengapresiasi program bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di wilayah Papua yang digagas oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). 

Tito menyebut permasalahan perumahan di Papua masih cukup tinggi lantaran banyak masyarakat yang belum memiliki rumah ataupun tinggal di rumah tidak layak huni.

“Ini Pak Menteri PKP punya program yang sangat luar biasa, baik rumah subsidi maupun bedah rumah dan lain-lain. Bahkan untuk yang bedah rumah ini, tadi minimal dia mengalokasikan 21.000 [rumah di wilayah Papua],” kata Tito di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Rabu, 15 April 2026.

Ia mengakui, sebelumnya belum pernah ada program perumahan yang masif seperti yang dilakukan oleh Kementerian PKP saat ini. Bahkan, Kementerian PKP juga memiliki program khusus untuk daerah perbatasan, termasuk di wilayah Papua.

Tito mengatakan, masifnya program tersebut akan sulit dilakukan jika hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Hal ini mengingat wilayah Papua memiliki enam provinsi dan 42 kabupaten/kota. 

“Kalau kita secara mudah-mudah aja ya, 21.000 dibagi 42 kabupaten/kota kan lebih kurang hampir 500. Itu berapa biaya yang harus dikeluarkan APBD setiap kabupaten/kota yang ada di sana?” ujarnya.

“Kami menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Pak Menteri Perumahan, Pak Ara Sirait atas program perumahan termasuk bedah rumah di antaranya dengan jumlah yang cukup signifikan di Papua, Tanah Papua,” lanjutnya.

Sementara itu, Menteri PKP Maruarar Sirait menjelaskan, selain program bedah rumah, pihaknya juga menyiapkan sejumlah program perumahan bagi masyarakat Papua, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan dan rumah subsidi.

“Kemudian juga ada kawasan kumuh tiga [lokasi] yang diperbaiki, yaitu di Papua Induk, di Jayapura, kemudian di Papua Selatan dan juga di Sorong. Jadi programnya itu masif,” pungkasnya.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BMKG Tegaskan Kemarau 2026 Lebih Kering: Bukan Terparah Sepanjang 30 Tahun
• 3 jam laludetik.com
thumb
Ingatkan Kemenhaj Soal Kenaikan Biaya Penerbangan Haji 2026 Pakai Uang Negara, Begini Kata DPR
• 9 jam laluidxchannel.com
thumb
TransJakarta Kaji Elektrifikasi Mikrotrans
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
10 Saham dengan Peningkatan Jumlah Investor Tertinggi Kuartal I-2026, Intip Daftar Emitennya
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
Sudah Rusak 25 Tahun, Jalan Nyikambang Cilegon Bakal Diperbaiki
• 4 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.