Sudah Dilaporkan Berulang Lewat JAKI, Sampah di Penjaringan Terus Menumpuk

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Keluhan warga terkait tumpukan sampah di Jalan Kepanduan 2, Penjaringan, Jakarta Utara, terus berulang.

Meski sudah dilaporkan melalui berbagai kanal pengaduan, aktivitas pembuangan sampah di lokasi tersebut disebut masih berlangsung dan belum tertangani secara tuntas.

Warga sekitar, Jayadi (bukan nama sebenarnya), mengatakan aktivitas pembuangan sampah masih terjadi sehingga tumpukan terus bertambah, meskipun sudah dilaporkan melalui aplikasi JAKI.

Baca juga: Warga Keluhkan Tumpukan Sampah di Pejagalan, Bekas RTH Berubah Jadi TPS Liar

"Sudah pernah dilaporkan melalui JAKI tapi masih dan tetap aktif sampai sekarang," ujarnya saat ditemui Kompas.com di sekitar lokasi, Rabu (14/4/2026).

Ia menyebutkan, kondisi tumpukan sampah kini semakin parah dan mengganggu lingkungan sekitar, terutama saat arah angin membawa bau ke permukiman warga.

"Sudah parah banget, tumpukan sampahnya meningkat banget," ungkapnya.

Senada, warga lainnya Mawar (bukan nama sebenarnya), mengatakan keluhan utama masyarakat adalah bau tidak sedap yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

"Ya, kalau keluhan ya bau, kurang nyaman. Yang tadinya buat aktivitas warga, berolahraga, jadi kurang sehat," tuturnya kepada Kompas.com, Rabu.

Ia juga mengungkapkan, warga telah melaporkan dugaan pembuangan sampah tidak berizin tersebut kepada pihak pemerintah daerah, namun belum melihat tindak lanjut yang jelas.

"Kalau ke JAKI saya sih belum ya. Tapi kalau dari Lurah, Camat, Walikota sudah. Cuma ya sampai sekarang enggak tahu tindaklanjutnya seperti apa," katanya.

Menanggapi hal itu, Kepala Seksi Pemerintahan Kelurahan Pejagalan, Andita, membenarkan adanya laporan berulang terkait tumpukan sampah di lokasi tersebut.

Baca juga: Tumpukan Sampah Tertutup Bedeng Menggunung di Penjaringan Jakut, Warga Keluhkan Bau

"Yang saya tangani pengaduan masalah terkait tumpukan sampah Jalan Kepanduan 2 di RW 16 ini, itu mulai tanggal 22 Februari. Itu laporan berulang sampai saat ini," jelasnya saat ditemui Kompas.com di Kantor Kelurahan Pejagalan, Rabu.

Ia mengatakan pihak kelurahan telah melakukan upaya persuasif dengan memberikan imbauan kepada pemilik lapak di sekitar lokasi.

Namun karena laporan masih terus masuk, pihaknya kemudian mengeluarkan surat imbauan tertulis kepada sejumlah lapak yang diduga menjadi titik penumpukan sampah.

"Tindaklanjut selanjutnya upaya-upaya yang dilakukan oleh Kelurahan Pejagalan adalah mengeluarkan surat himbauan tertulis terhadap lapak-lapak yang ada," ucapnya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Andita menambahkan, langkah penertiban lebih lanjut akan dilakukan melalui koordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

"Untuk penindakan penertiban kami harus berkoordinasi dengan Satpol PP," tambahnya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Purbaya Klaim Bank Dunia, IMF, hingga Lembaga Rating Kagum Strategi Fiskal RI
• 4 jam lalukatadata.co.id
thumb
Layanan Haji 2026 Nyaris Siap, Pemerintah Finalisasi Tahap Akhir
• 7 jam lalutvrinews.com
thumb
Pria yang Palak Penjaga Warteg di Bekasi Diduga Alami Gangguan Jiwa
• 6 jam lalukompas.com
thumb
China Borong Minyak Rusia untuk Gantikan Pasokan dari Timteng
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
Ada Ibadah Paskah, Akses Taman Fatahillah Dibatasi pada 18 April
• 12 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.