JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf menyampaikan, keselamatan dan keamanan jemaah haji asal Indonesia menjadi prioritas di tengah konflik Timur Tengah yang terjadi.
Presiden Prabowo Subianto, ungkap Irfan, meminta keselamatan jemaah haji diutamakan dalam setiap pengambilan kebijakan.
"Fokus pada keamanan jemaah di Arab Saudi, keamanan selama perjalanan ke/dari Arab Saudi, serta keamanan logistik selama melaksanakan ibadah haji," ujar Irfan dalam konferensi pers di Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Jakarta, Rabu (15/4/2026), dikutip dari siaran Youtube Kompas TV.
Baca juga: Persiapan Layanan Haji 2026 Sudah Hampir 100 Persen
Situasi dan kondisi di Timur Tengah terus menjadi perhatian untuk memastikan kelancaran penyelenggaraan ibadah haji 2026 atau 1447 Hijriah.
Prabowo disebutnya telah memberikan arahan tegas agar seluruh skenario penyelenggaraan haji berorientasi pada aspek keselamatan jemaah.
"Eskalasi konflik yang terjadi di Timur Tengah menjadi perhatian pemerintah dalam penyelenggaraan ibadah haji. Presiden memerintahkan bahwa keselamatan jemaah adalah prioritas utama," ujar Irfan.
"Sehingga, semua skenario penyelenggaraan ibadah haji dan rencana mitigasi risiko harus didasarkan pada prinsip tersebut," sambungnya.
Baca juga: Ada Mekkah Route, Jemaah Haji Tak Perlu Antre Imigrasi Saat Tiba di Arab Saudi
Kendati dihadapkan konflik di Timur Tengah, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) juga berupaya maksimal dalam persiapan pelayanan haji bagi jemaah.
Ia memastikan, penyelenggaraan ibadah haji 2026 tetap berjalan sesuai jadwal yang sudah ditentukan Kemenhaj.
"Dari hasil koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perhubungan, otoritas bandara, maskapai penerbangan, serta otoritas Arab Saudi, penyelenggaraan ibadah haji tetap dilakukan sesuai jadwal," jelas Irfan.
Baca juga: Layanan Mekkah Route untuk Jemaah Haji Diperluas, Kini Ada di Empat Bandara
Pemerintah lewat Kemenhaj sendiri telah merilis jadwal penyelenggaraan ibadah haji 2026 atau 1447 Hijriah.
Jadwal penyelenggaraan ibadah haji 2026 tertuang dalam Keputusan Menteri Haji dan Umrah RI Nomor 7 Tahun 2025.
Tahap penyelenggaraan ibadah haji 2026 dibagi dalam tiga tahap, yakni masuk asrama dan pemberangkatan; puncak ibadah haji; dan pemulangan. Berikut jadwal lengkap ibadah haji 2026:
Baca juga: Wacana War Ticket Belum Matang, MUI Minta Kemenhaj Fokus Penyelenggaraan Haji Tahun Ini
Masuk Asrama dan Pemberangkatan Jemaah Haji- 21 April: Jemaah masuk asrama haji
- 22 April: Awal pemberangkatan gelombang I ke Madinah
- 1 Mei: Awal pemberangkatan jemaah dari Madinah ke Makkah
- 6 Mei: Akhir pemberangkatan gelombang I dari Indonesia
- 7 Mei: Awal pemberangkatan gelombang II ke Jeddah
- 15 Mei: Akhir pemberangkatan dari Madinah ke Makkah
- 21 Mei: Akhir pemberangkatan gelombang II dari Indonesia
- 21 Mei: Closing date KAAIA Jeddah (pukul 24.00 WAS)
- 25 Mei: Jemaah bergerak dari Makkah ke Arafah
- 26 Mei: Wukuf di Arafah
- 27 Mei: Idul Adha 1447 H
- 28 Mei: Hari Tasyrik I
- 29 Mei: Hari Tasyrik II (Nafar Awal)
- 30 Mei: Hari Tasyrik III (Nafar Tsani)
Baca juga: Perang Timur Tengah, Prabowo Akan Berangkatkan Jemaah Haji, Kecuali Dilarang Arab Saudi
Pemulangan Jemaah Haji ke Indonesia- 1 Juni: Awal pemulangan gelombang I ke Tanah Air
- 1 Juni: Awal kedatangan gelombang I di Indonesia
- 7 Juni: Awal pemberangkatan jemaah gelombang II ke Madinah
- 15 Juni: Akhir pemulangan gelombang I
- 16 Juni: Tahun Baru Hijriah 1448 H
- 16 Juni: Awal pemulangan gelombang II
- 16 Juni: Awal kedatangan gelombang II
- 21 Juni: Akhir pemberangkatan gelombang II ke Madinah
- 30 Juni: Akhir pemulangan gelombang II
- 1 Juli: Akhir kedatangan jemaah haji di Tanah Air.





