Namun, keberhasilan sebagai eksportir tidak datang secara instan. Dibutuhkan strategi yang tepat serta kesiapan bisnis agar mampu bersaing dengan supplier dari berbagai negara.
Head of Global Supply Chain Services Alibaba.com, Summer Gao, menekankan pentingnya pelaku usaha memaksimalkan kehadiran produk di platform.
Baca juga: Layanan Trade Assurance Alibaba Percepat UMKM Lakukan Ekspor Global
“Di sini tidak ada batasan jumlah transaksi; justru kami menyarankan penjual untuk memasang minimal 100 hingga 300 jenis produk. Semakin banyak variasi produk yang ditampilkan, semakin tinggi pula peluang Anda untuk menarik pembeli." tegas dia.
Selain itu, pengguna juga bisa menggunakan fitur trade assurance atau yang menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong kepercayaan. Skema ini memberikan perlindungan bagi penjual maupun pembeli dalam setiap transaksi lintas negara. Dengan adanya jaminan tersebut, potensi terjadinya transaksi dinilai lebih tinggi karena risiko dapat diminimalkan.
Di sisi lain, Head of South and Southeast Asia Alibaba.com, Roger Luo, mengingatkan proses membangun pasar ekspor membutuhkan waktu. Tidak sedikit pelaku usaha yang pada awal bergabung belum langsung mendapatkan pesanan.
Seiring waktu, minat pembeli mulai tumbuh dan negosiasi pun berkembang. Hal ini menunjukkan konsistensi menjadi faktor kunci dalam memanfaatkan platform digital untuk ekspor.
Dia juga menilai kesiapan internal perusahaan menjadi penentu utama keberhasilan. Pelaku usaha perlu memastikan rantai pasok yang kuat, kualitas produk yang konsisten, serta sumber daya manusia yang mampu mendukung operasional ekspor jangka panjang.
“Dengan meningkatnya jumlah pelaku usaha yang bergabung, produk Indonesia diharapkan semakin dikenal luas dengan daya saing yang lebih kuat, khususnya dari sisi value for money,” tegas dia.
Tak hanya itu, pelaku usaha juga didorong untuk mulai melirik pasar non-tradisional. Selama ini, Amerika Serikat dan Eropa masih menjadi tujuan utama ekspor. Namun ke depan, kawasan Asia Tenggara diperkirakan akan menjadi salah satu motor pertumbuhan baru dalam perdagangan global.
Indonesia bahkan diproyeksikan menjadi basis penting dalam rantai ekspor regional, seiring meningkatnya aktivitas perdagangan antarnegara di kawasan tersebut.
Roger Luo pun menceritakan kesuksesan pengusaha mebel asal Yogyakarta, Bambang, dalam berjualan di Alibaba ke pasar global. Hal ini karena produk Indonesia memiliki daya saing tinggi di pasar global. Keunggulan bahan baku seperti rotan dan kayu, serta kualitas pengerjaan manual, menjadi nilai tambah yang sulit ditandingi.
"Mengapa pembeli dunia sangat menyukai mebel Indonesia? Pertama, karena kekayaan sumber daya alam, terutama rotan dan berbagai jenis kayu berkualitas tinggi. Kedua, industri ini menuntut keahlian khusus, dan mebel Indonesia dikenal memiliki kualitas serta estetika yang luar biasa,” jelas dia.
Dari sisi biaya, Alibaba memberikan berbagai insentif untuk menarik pelaku usaha. Biaya layanan relatif rendah, bahkan terdapat potongan hingga 50 persen bagi pengguna tertentu. Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong UMKM untuk mulai berekspansi tanpa terbebani biaya tinggi di tahap awal.
Untuk transaksi di pasar negara tetangga atau emerging market, nilai maksimal yang difasilitasi dalam trade assurance berada di kisaran USD100.
Skema ini masih berpotensi berubah seiring penyesuaian kebijakan dan regulasi di masing-masing negara, mengingat layanan keuangan sangat bergantung pada otoritas setempat dengan struktur tarif yang berbeda-beda.
Sementara itu, pemilik PT Commotrade Indonesia, James Dharmawan, mengungkapkan pengalaman awalnya saat bergabung di Alibaba.
“Awalnya fokus kami masih domestik. Selama tiga bulan pertama bergabung menjadi anggota, jujur saja belum ada ekspor maupun inquiry. Namun, seiring berjalan waktu, minat mulai tumbuh dan negosiasi pun mulai mencapai titik temu,” tegas dia.
Ia juga mengakui adanya tantangan dalam menghadapi pembeli global, termasuk praktik penawaran harga yang agresif. Meski demikian, dengan strategi yang tepat, peluang tetap terbuka lebar.
Dengan jangkauan lebih dari 200 negara dan dukungan ekosistem digital yang terus berkembang, Alibaba Group optimistis pertumbuhan pelaku usaha Indonesia di platformnya akan terus meningkat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)




