Banjir Kota Solo dan Kabupaten Bandung Dampak Bibit Siklon 92S

jpnn.com
19 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - Banjir melanda Kota Surakarta (Solo) di Provinsi Jawa Tengah setelah hujan deras berdurasi cukup lama terjadi di wilayah Solo Raya pada Selasa (14/4) pukul 21.42 WIB.

Berdasarkan data per Rabu (15/4) pukul 17.40 WIB, sebanyak 1.083 kepala keluarga (KK) terdampak yang tersebar di sejumlah kelurahan.

BACA JUGA: KPK Dalami Cara Wali Kota Madiun Maidi Melakukan Pemerasan

"Sebagian besar wilayah terdampak dilaporkan sudah mulai surut, meskipun proses pendataan masih berlangsung di beberapa titik," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari melalui siaran pers, Rabu malam (15/4/2026).

Selain genangan, kejadian ini juga mengakibatkan talud longsor di RW 14 Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan.

BACA JUGA: Kasus Pelecehan Seksual oleh Mahasiswa FHUI, Ini Permintaan Selly

BPBD Kota Surakarta bersama unsur terkait telah melakukan penanganan darurat berupa asesmen, evakuasi warga, serta koordinasi lintas sektor. Dukungan logistik yang telah disalurkan meliputi matras, selimut, paket sembako, makanan siap saji, hingga pendirian dapur umum oleh Dinas Sosial dan unsur masyarakat.

Banjir di Kabupaten Bandung

Pada periode yang sama, banjir juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, yang dipicu hujan dengan intensitas tinggi dan peningkatan debit Sungai Cisunggalah hingga menyebabkan tanggul jebol pada Selasa (14/4).

BACA JUGA: Praktik Sains di Siak Tewaskan Siswa, Polisi Ungkap Alasan Tetapkan Guru Jadi Tersangka

Banjir berdampak pada dua kecamatan, yaitu Majalaya dan Bojongsoang, mencakup empat desa yakni Bojong, Bojongsoang, Bojongsari, dan Tegalluar.

Data sementara mencatat sekitar 95 KK atau 250 jiwa terdampak serta 95 unit rumah terdampak. Hingga Rabu (15/4), kondisi di Kecamatan Majalaya dilaporkan telah surut total, sementara di Kecamatan Bojongsoang tinggi muka air (TMA) masih berkisar antara 10 hingga 150 cm.

BPBD Kabupaten Bandung bersama unsur terkait terus melakukan asesmen, pendataan, serta mengimbau masyarakat untuk mengungsi ke tempat aman saat hujan deras. Upaya pembersihan sisa material lumpur juga dilakukan secara gotong royong oleh petugas dan masyarakat.

"Saat ini, wilayah Kabupaten Bandung masih berada dalam status siaga darurat bencana hidrometeorologi sesuai keputusan kepala daerah dan gubernur setempat," ujar Abdul.

Dampak Bibit Siklon 92S

Sementara itu, melalui program Teropong Bencana BNPB, yang disiarkan melalui kanal Youtube BNPB_Indonesia pada Rabu (15/4) pukul 15.30 WIB, Ketua Tim Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Miming Saepudin, menyampaikan bahwa curah hujan tinggi di wilayah barat Sumatra hingga Jawa masih dipengaruhi oleh dampak tidak langsung dari bibit siklon tropis 92S di barat daya Sumatra yang masih eksis.

Meskipun bibit siklon tersebut diprediksi semakin menjauhi wilayah Indonesia, masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan karena potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi dalam dua-tiga hari ke depan.

Adapun wilayah yang perlu meningkatkan kesiapsiagaan di antaranya Sumatra bagian tengah dan selatan hingga Lampung, kemudian Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta dan Jawa bagian tengah dan selatan.

"Meski semakin menjauh, tapi yang harus dipahami bahwa dampak fenomena ini dapat mempengaruhi kondisi cuaca ekstrem secara lokal," kata Miming.

"Sumatra bagian tengah, selatan hingga lampung, kemudian Jawa bagian barat dan tengah hingga DKI Jakarta ini curah hujan tinggi di sore hari sangat berpotensi terjadi," lanjutnya.

Menyikapi kondisi tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah.

Warga yang berada di wilayah rawan banjir diharapkan rutin memantau kondisi tinggi muka air, membersihkan saluran drainase, serta segera melakukan evakuasi mandiri apabila terjadi peningkatan debit air secara signifikan. Selain itu, masyarakat di sekitar lereng atau bantaran sungai perlu mewaspadai potensi longsor susulan.

Pemerintah daerah juga didorong memastikan kesiapan logistik, jalur evakuasi, serta sistem peringatan dini agar risiko bencana dapat diminimalkan. BNPB terus berkoordinasi dengan BPBD setempat untuk memantau perkembangan situasi dan memastikan penanganan darurat berjalan optimal.(fat/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pohon Tumbang Timpa 2 Mobil di Jalan Bogor-Sukabumi, 2 Orang Luka-luka
• 8 jam laluliputan6.com
thumb
Apresiasi Menteri HAM, Jubir Jusuf Kalla Sebut Akan Ada Klarifikasi pada Sabtu dari Yokohama
• 7 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
DKI Jakarta Siapkan Skema Insentif Usai Penyesuaian Kebijakan Pajak Kendaraan Listrik
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Masyarakat Papua Siap-Siap! Menteri Ara Bakal Bedah Rumah Massal
• 17 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Setelah Lama di Balik Layar, Sosok Aripat Kini Jadi Sorotan
• 5 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.