Presidium Anti Provokator Nasional Pasang Badan untuk JK, Muchtar Dg Lau: Tuduhan Penistaan Itu Salah Kaprah!

harianfajar
8 jam lalu
Cover Berita

HARIAN FAJAR, MAKASSAR – Presidium Anti Provokator Nasional secara resmi mengeluarkan pernyataan sikap. Merespons gelombang polemik yang menyerang tokoh bangsa, HM Jusuf Kalla (JK). Mereka menilai adanya upaya masif melakukan kriminalisasi terhadap mantan Wakil Presiden RI tersebut melalui potongan video ceramah di Universitas Gadjah Mada (UGM).

Ketua Presidium Anti Provokator Nasional, Muchtar Dg Lau, menyatakan bahwa narasi yang berkembang saat ini telah dipelintir sedemikian rupa sehingga menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat. Menurutnya, tuduhan penistaan agama itu salah kaprah.

Dukung Dedikasi JK

Pihak Presidium mengutuk keras oknum pertama yang mengunggah potongan video ceramah JK di UGM. Menurut mereka, tindakan tersebut sengaja dilakukan untuk memicu polemik berkepanjangan.

“Kami memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bapak JK atas kontribusinya dalam menjaga persatuan bangsa dan rekam jejak beliau sebagai juru damai konflik sosial keagamaan, baik di level nasional maupun internasional,” ujar Muchtar dalam keterangan tertulisnya di Makassar, Kamis (17/4/2026).

Klarifikasi Terminologi “Mati Syahid”

Menanggapi substansi ceramah yang dipersoalkan, Presidium menegaskan bahwa istilah Mati Syahid yang disampaikan JK merupakan bentuk penyederhanaan perspektif dalam terminologi Islam, bukan untuk menafsirkan ajaran agama lain secara normatif.

Dia menjelaskan bahwa apa yang disampaikan JK adalah sebuah deskripsi realitas sosial dan keyakinan para pihak yang terlibat konflik di masa lalu, bukan representasi ajaran agama secara sempit.

Tolak Tuduhan Penistaan Agama

Presidium menilai tuduhan penistaan agama yang dialamatkan kepada Jusuf Kalla adalah langkah yang tidak berdasar dan sangat berlebihan.

Muchtar Dg Lau meminta masyarakat diminta menahan diri dari melakukan framing sepihak. Diharapkan pula memahami konteks ceramah secara utuh, bukan lewat potongan video (parsial) yang telah diedit. “Narasi yang berkembang harus diluruskan dengan pendekatan,” ujarnya.

Ajakan Menjaga Persatuan

Di akhir pernyataannya, Muchtar Dg Lau mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat toleransi dan tidak mudah terprovokasi oleh isu yang memecah belah.

“Pernyataan sikap ini adalah bentuk tanggung jawab moral kami untuk menjaga kebenaran, keadilan, dan keutuhan bangsa. Jangan sampai diskursus yang dipotong-potong merusak tenun kebangsaan kita,” tutupnya. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Samsat Keliling Jadetabek Kamis 16 April 2026, Cek Lokasi dan Syaratnya
• 9 jam lalukompas.com
thumb
Erwin Ciputra Serok Saham PTRO Senilai Rp1,7 Miliar
• 22 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Waspadai Lonjakan ISPA Dampak El Nino, Dinkes DKI Minta Warga Batasi Aktivitas Luar Ruangan
• 23 jam laludisway.id
thumb
Emiten Boy Thohir (AADI) Bakal Gelar Buyback Saham Rp5 Triliun
• 6 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Umbar Tembakan, Komplotan Maling Bersenpi Gasak Motor Warga di Bandarlampung
• 21 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.