Miris! 3 Bocah SD Jadi Korban Bullying Brutal 13 Senior, Dipukuli Ramai-ramai dalam Kelas

viva.co.id
18 jam lalu
Cover Berita

Bengkulu, VIVA - Polres Rejang Lebong, menangani kasus dugaan perundungan (bullying) dan kekerasan fisik terhadap tiga orang pelajar sekolah dasar (SD) di wilayah itu oleh 13 orang kakak kelas korban.

Aksi perundungan ini terjadi di SDN 47 Rejang Lebong, Kecamatan Bermani Ulu Raya, melibatkan belasan siswa kelas VI sebagai terduga pelaku. Hal itu diungkap Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Rejang Lebong, Ajun Komisaris Polisi M Hasan Basri.

Baca Juga :
Mayat Pelajar Ditemukan di Muara Kaliadem, Polisi Periksa 8 Saksi
Ratusan Pelajar Ikut Simulasi Sidang PBB, Bahas Penanganan Cyberbullying Hingga Isu Kesehatan

"Kejadiannya dilaporkan terjadi pada Selasa, tanggal 14 April 2026, sekitar pukul 18.00 WIB. Korban merupakan tiga orang pelajar kelas III dan IV yang diduga mengalami kekerasan fisik dari senior mereka," tuturnya, Kamis, 16 April 2026.

Berdasar hasil pemeriksaan sementara, motif perundungan tersebut dipicu oleh rasa tersinggung para pelaku lantaran adanya aksi saling ejek nama orang tua antara korban dan para pelaku yang berjumlah 13 orang itu.

Aksi kekerasan ini, kata dia, diketahui telah berlangsung cukup lama, yakni sejak awal Maret hingga puncaknya pada 14 April 2026.

"Korban bersama dua rekannya sering mendapatkan kekerasan fisik dan perundungan. Modusnya, para korban dipanggil oleh salah satu pelaku ke dalam ruang kelas VI, kemudian pintu ditutup. Di dalam ruangan itulah para korban dipukuli dan ditendang secara bersama-sama," ujar diam

Selama ini, lanjutnya, para korban enggan melaporkan kejadian tersebut kepada orang tua maupun guru karena berada di bawah tekanan dan ancaman dari para pelaku yang merupakan kakak kelas mereka.

Akibat kejadian itu ketiga korban dilaporkan mengalami luka memar di beberapa bagian tubuh serta mengalami trauma psikologis yang cukup mendalam.

Pihak Polres Rejang Lebong melalui Polsek Bermani Ulu, tambah dia, saat ini mengupayakan mediasi antara pihak orang tua korban dengan keluarga yang terlibat, mengingat baik korban maupun terduga pelaku masih di bawah umur.

Dia mengimbau pihak sekolah dan orang tua untuk memperketat pengawasan terhadap aktivitas anak guna mencegah terulangnya aksi serupa di lingkungan pendidikan. (Ant)

Baca Juga :
Pelajar Tewas Kecelakaan di Cipondoh, Naik Motor Ngebut hingga Terpental dari Flyover
Dua Pelajar Geng Motor di Binjai Ditangkap karena Mau Tawuran, Bawa Sajam Corbek
Jelang TKA SD-SMP, Apa Saja yang Harus Dipersiapkan?

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Indocement (INTP) Dirikan Usaha Patungan dengan Mondi Industrial Bags Asal Austria
• 10 jam laluidxchannel.com
thumb
Apa Itu Blanket Overflight? Disebut Jadi Ancaman Bagi Kedaulatan RI
• 16 jam laludisway.id
thumb
Ngaku Tak Selalu Izin ke Ruben Onsu, Betrand Peto Berani Ambil Keputusan Sendiri? Ini Faktanya!
• 15 jam lalugrid.id
thumb
Kebakaran Hebat di Margomulyo Merambat hingga Tiga Area Pabrik Selotip
• 7 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Menperin Tegaskan Industri Jamin Ketersediaan Stok Plastik di Tengah Gangguan Pasokan
• 5 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.