KOMPAS.TV - Pemerintah Kabupaten Puncak resmi menerima penyerahan lahan hak ulayat dari masyarakat adat sebagai langkah awal pembangunan pusat pemerintahan baru di Gome. Proses ini menjadi bagian penting dalam percepatan pembangunan infrastruktur daerah sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat adat di Kabupaten Puncak.
Penyerahan lahan untuk pembangunan pusat pemerintahan di Kabupaten Puncak melibatkan perwakilan keluarga besar pemilik hak ulayat, di antaranya Wakerkwa-Magai, Murib-Tabuni, Wakerkwa-Kogoya, Alom-Magai, Jikwa-Kogoya, dan Tenemum-Magai.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Puncak Elvis Tabuni, Wakil Bupati Naftali Akawal, jajaran DPRK, pimpinan OPD, Forkopimda Kabupaten Puncak, serta para kepala distrik dan kepala suku setempat.
Baca Juga: Awal 2026, Pemkab Puncak Salurkan 20 Ton Beras dan Minyak Goreng ke 25 Distrik
Kepala Suku Yaguri Magai yang mewakili pemilik hak ulayat menyampaikan dukungan penuh terhadap program pembangunan pemerintah daerah. Dalam pernyataannya menggunakan bahasa daerah, ia menegaskan bahwa masyarakat dengan sukarela menyerahkan lahan demi kemajuan Kabupaten Puncak.
Bupati Puncak Elvis Tabuni menjelaskan bahwa rencana pembangunan kawasan pemerintahan ini telah dirancang sejak 2025. Namun, proses komunikasi terkait hak ulayat membutuhkan waktu agar tercapai kesepakatan yang harmonis antara pemerintah dan masyarakat adat.
“Kami telah melalui seluruh tahapan sesuai aturan, mulai dari sosialisasi hingga pendekatan adat. Hari ini, pelepasan hak ulayat secara resmi telah diserahkan kepada pemerintah, sehingga seluruh proses administrasi dinyatakan selesai,” ujar Elvis Tabuni.
Bupati Puncak Elvis Tabuni berterima kasih kepada masyarakat bahwa pembangunan ini merupakan investasi jangka panjang bagi generasi mendatang. (Sumber: Dok. Diskominfo Puncak)Selanjutnya, pemerintah akan melanjutkan tahapan pembangunan yang meliputi pematangan lahan untuk Kantor Bupati, Kantor DPRK, dan Kantor Penginjilan Kemah Injil Indonesia. Selain itu, akan dilakukan penataan kawasan kota di sekitar lokasi pembangunan serta persiapan peletakan batu pertama setelah proses pematangan lahan rampung.
Bupati menegaskan bahwa pembangunan ini merupakan investasi jangka panjang bagi generasi mendatang. “Pembangunan ini bukan hanya untuk saat ini, tetapi untuk masa depan anak cucu kita yang akan memanfaatkan fasilitas tersebut,” tambahnya.
Wakil Bupati Puncak Naftali Akawal turut memberikan apresiasi atas dukungan masyarakat yang telah berkontribusi melalui penyerahan lahan guna mendukung jalannya pemerintahan.
Penulis : Riany-Pradini
Sumber : Kompas TV
- Advertorial
- KabupatenPuncak
- PemkabPuncak
- KotaBaruGome
- HakUlayat
- PembangunanDaerah




