Penataan Infrastruktur di Jalur Trans Sulawesi, IMIP Bangun Drainase Beton

bisnis.com
12 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT Indonesia Morowali Industrial Park atau IMIP memperkuat kolaborasi dengan para pemangku kepentingan di daerah setempat guna meningkatkan sarana dan prasarana infrastruktur di jalur Trans Sulawesi.
 
Kolaborasi tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali dan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah untuk proyek pekerjaan pembangunan drainase beton di jalan nasional Trans Sulawesi.
 
Menurut Head of Department CSR IMIP R. Tommy Adi Prayogo, pihaknya memaksimalkan peran dalam penataan fasilitas di jalan nasional Trans Sulawesi yang melintasi jalur lalu lintas sekitar area industri.
 
Hingga akhir 2026, IMIP terus membangun drainase atau pemasangan saluran samping dengan produk beton pracetak U-ditch sepanjang 8,2 kilometer, mulai dari Desa Labota hingga Desa Fatufia di Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
 
"Saat ini, pembangunan drainase beton di Desa Fatufia sudah terealisasi sepanjang 1 km dengan titik lokasi mulai perbatasan desa melintasi Keurea hingga depan kantor IMIP. Diproyeksi, hingga akhir tahun nanti dapat dituntaskan sepanjang 4 km. Sehingga total penataan drainase beton yang akan dilakukan mencapai 8,2 km di sekitar area industri," ujar Tommy Adi Prayogo melalui keterangan resminya, Kamis (16/4/2026).
 
Pada tahap pertama hingga tahap ketiga, telah dibangun U-ditch sepanjang 4,2 km di Desa Labota pada 2025 dengan lokasi pembangunan mulai flyover hingga ke kanal Labota.
 
Langkah aktif itu merupakan bentuk dukungan IMIP kepada pemerintah pusat dan pemerintah daerah sekaligus bagian dari komitmen perusahaan dalam peningkatan infrastruktur publik serta aksesibilitas jalan nasional, secara khusus di Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali.
 
Hal tersebut menjadi respons cepat perusahaan atas permintaan Pemkab Morowali pada awal 2026 ini terkait dukungan perbaikan jalan dan drainase.
 
Pembangunan ini bertujuan mencegah genangan air dan banjir akibat pesatnya pembangunan masyarakat di sekitar kawasan industri serta kontur jalan yang lebih tinggi dari bangunan sekitarnya.
 
"Kami ingin memastikan kelancaran saluran air agar area sekitar kawasan industri tetap aman dan nyaman bagi pengguna jalan," kata Tommy Adi Prayogo.
 
Sebelumnya, pada Februari 2026, perusahaan pengelola kawasan industri nikel terintegrasi ini melakukan perbaikan darurat pada 10 titik jalan yang rusak parah sepanjang 1,29 km. Termasuk penataan jalan nasional sepanjang 1,6 km pada 18 titik yang terealisasi di tahun 2025. Dengan peran tersebut, IMIP terus berkontribusi dalam meningkatkan infrastruktur daerah guna menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi masyarakat dan pengguna jalan. (*)

Baca Juga

  • Tungku Kedua Smelter Nikel Bumi Mineral Sulawesi Resmi Beroperasi
  • BRIN Temukan Dua Spesies Ngengat Baru Endemik Papua dan Sulawesi
  • PLN Perkuat Mitigasi Risiko Krisis Listrik di Sulawesi saat El Nino

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KY Desak Pendaftar Calon Hakim Segera Lengkapi Berkas Jelang Penutupan Seleksi
• 23 jam lalupantau.com
thumb
Menko Yusril Soroti Skema Penanganan Kasus Koneksitas Sipil-Militer
• 11 jam lalutvrinews.com
thumb
Kim Kardashian dan Lewis Hamilton Makin Mesra, Kepergok Belanja Bareng di LA
• 12 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Motif 4 Prajurit TNI Siram Air Keras ke Andrie Yunus karena Dendam Pribadi
• 14 jam laluokezone.com
thumb
AS Optimistis Perundingan Kedua dengan Iran Capai Kesepakatan
• 19 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.