Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin, menyoroti fenomena pamer kekayaan alias flexing di media sosial yang belakangan dilakukan oleh sejumlah pengusaha baru dari ekosistem program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dengan nada berkelakar, ia menyebut aksi pamer harta tersebut terjadi karena para pengusaha salah paham dalam mengimplementasikan perintah agama terkait anjuran bersyukur.
"Kalau kita lihat di sosial media dan banyak yang datang ke kantor ini, rasa syukur banyak pengusaha baru tumbuh. Saking bahagianya kadang-kadang flexing juga di sosial media, jadi masalah, blunder, dan seterusnya," ujar Cak Imin saat pemaparan di acara Talkshow Refleksi Satu Tahun Program Makan Bergizi Gratis di Jakarta Pusat, Kamis (16/4).
Lebih lanjut, ia menilai kelakuan para pengusaha tersebut pada dasarnya berniat mempraktikkan ajaran agama untuk mengabarkan nikmat yang diberikan oleh Tuhan. Namun, implementasinya keliru.
"Itu biasa, tapi itu menjalankan perintah agama, 'Kalau ada nikmat maka ceritakanlah, kabarkanlah'. Itu flexing-nya itu di situ. Wa ammā bini'mati rabbika fa ḥaddiṡ, Itu salah pahamnya di situ," tegasnya.
Di balik fenomena tersebut, Cak Imin menegaskan banyak warga yang kini berpenghasilan di tingkat daerah membuktikan bahwa strategi pemerintah telah berjalan efektif dan tepat sasaran melalui politik anggaran yang benar.
"Banyak itu yang tiba-tiba punya penghasilan, yang tiba-tiba menjadi pengusaha, dan itulah politik anggaran yang benar. Kebijakan pengeluaran anggaran negara yang berdampak langsung dan bisa dinikmati secara merata dalam jumlah yang besar," pungkasnya.





