Imbas Konflik Timur Tengah, Harga Oleh-Oleh Haji Meningkat

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Sentra perbelanjaan oleh-oleh haji di kawasan Pasar Tanah Abang Jakarta Pusat, terpantau masih sepi pengunjung menjelang keberangkatan jemaah haji beberapa pekan ke depan. Pantauan di lokasi pada Rabu, 15 April 2026, sejumlah pedagang mengaku telah melakukan penyesuaian harga jual demi menyiasati melonjaknya harga modal komoditas impor asal Timur Tengah akibat imbas konflik geopolitik yang tak kunjung mereda.

Lonjakan harga ini dirasakan sangat memukul baik oleh pihak pedagang maupun konsumen. Salah satu pedagang oleh-oleh haji di Tanah Abang Halimah mengungkapkan rata-rata kenaikan harga produk mencapai 20 hingga 30 persen.

Sebagai contoh, Halimah membeberkan harga Kurma Mesir yang meroket tajam dari Rp350 ribu menjadi di atas Rp600 ribu per dus jika dibandingkan dengan harga sebelum Ramadan. Kenaikan ekstrem ini juga terjadi pada harga eceran yang melompat dari Rp30 ribu menjadi Rp80 ribu per kilogram.

Baca Juga :

Jelang Musim Haji, Pedagang Produk Khas Timur Tengah Mulai Ramai
 



(Sentra perbelanjaan oleh-oleh haji di kawasan Pasar Tanah Abang Jakarta Pusat. Foto: Metro TV/Richard Alkhalik)

Halimah mengungkapkan produk yang paling diburu masyarakat pada musim haji biasanya didominasi oleh ragam kurma, khususnya jenis Sukari dan Mesir. Sementara untuk perlengkapan suvenir non-makanan, sajadah dan tasbih tetap menjadi primadona utama yang wajib dibeli sebagai oleh-oleh.

Keluhan serupa turut disuarakan oleh Alma. Pedagang produk khas timur tengah tersebut membenarkan eskalasi geopolitik berimbas langsung pada naiknya harga modal. Ia mengatakan seperti produk kacang pistachio di tokonya mengalami lonjakan harga dasar dari Rp250 ribu menjadi Rp300 ribu hingga Rp350 ribu per kilogram.

“Kalau untuk omzet, naiknya pas mau bulan puasa aja. Kalau sekarang agak menurun. Bedanya jauh sih, penurunan sekitar 30 persen dari tahun lalu,” ujar Alma di Kawasan Pasar Tanah Abang, Rabu, 15 April 2026. Penyesuaian harga jual Tidak hanya pada bahan pangan impor, imbas kenaikan harga ternyata juga merembet pada bahan baku pengemasan. Dewa yang juga pedagang perlengkapan haji lainnya menuturkan bahwa harga perlengkapan pendukung seperti kardus dan plastik pembungkus mengalami lonjakan tajam hingga 30 sampai 40 persen.

“Justru yang naik itu bahan pendukungnya, kebanyakan itu kaya dari plastik, kardus, dan bahan-bahan kemasan karena harganya hampir 30 sampai 40 persen naiknya. Ya mau tidak mau kita harus mengimbangi,” ungkap Dewa di Kawasan Pasar Tanah Abang.

Akibat rentetan kenaikan harga ini, para pedagang mengaku mengalami penurunan omzet jika dibandingkan dengan tahun lalu. Para pedagang juga memprediksi puncak lonjakan pembeli baru akan terjadi pada akhir April, seiring dengan jadwal keberangkatan jemaah haji kloter pertama yang dijadwalkan pada tanggal 25 mendatang.

Halimah memproyeksikan kunjungan bisa mencapai 20 hingga 50 orang per hari, dengan lonjakan pendapatan sekitar 20 persen di atas hari biasa. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menkeu: Bank Dunia, IMF, dan lembaga rating kagumi strategi fiskal RI
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 17 April 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Nilai Reaktivasi PBI BPJS Lambat, DPR: Jangan Presentasinya Bagus, tapi Fakta di Lapangan Beda
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Esok! 4 Oknum TNI Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Disidangkan, Siapa Aktor Utama?
• 21 jam lalurealita.co
thumb
Balita 3,5 Tahun di Purbalingga Tewas Tersedak saat Makan Jelly, Nenek Korban Histeris
• 7 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.