PT Pertamina (Persero) terus memantau ketat situasi di Selat Hormuz yang masih sangat dinamis, menyusul tertahannya dua kapal tanker milik perusahaan di kawasan Teluk Persia.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengatakan perusahaan saat ini fokus menjaga keselamatan kru dan kapal dengan terus menjalin komunikasi intensif dengan berbagai pihak terkait.
“Pertamina terus memonitor perkembangan yang sangat dinamis terjadi di Selat Hormuz. Seperti kita ketahui, 2 kapal Pertamina masih berada di sana dan kami terus berkomunikasi dengan pihak kru yang berada di kapal untuk memastikan keamanan dan keamanan atas kapal dan kapalnya sendiri yang berada di sana,” kata Baron kepada wartawan di Oil Building Center, Jakarta, Kamis (16/4).
Selain itu, Pertamina juga berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri serta pemerintah Iran, termasuk melalui Pertamina International Shipping dan pihak asuransi. Guna mengantisipasi berbagai kemungkinan di lapangan.
“Komunikasinya sampai sejauh ini semua positif, tapi dinamika yang terjadi di Selat Hormuz ini yang kami terus monitor. Jadi pada saat semua sudah aman, kita berharap bisa segera melewati Selat Hormuz,” kata Baron.
Berdasarkan data pelacakan kapal dari VesselFinder, kapal Pertamina Pride masih berada di Teluk Persia, tepatnya di dekat pelabuhan Ras Tanura, Arab Saudi. Adapun kapal Gamsunoro juga terpantau masih berada di kawasan yang sama, dengan posisi mendekati wilayah Dubai.





