Pramono Kukuhkan 117 Petugas Haji DKI Jakarta, Minta Layani Jemaah Sepenuh Hati

kumparan.com
12 jam lalu
Cover Berita

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengukuhkan petugas penyelenggara ibadah haji kloter asal DKI Jakarta tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Ia menekankan pentingnya pelayanan maksimal kepada jemaah haji, karena para petugas dinilai memperoleh dua hal sekaligus, yakni ibadah dan “rejeki nomplok”.

“Saudara-saudari ini adalah orang yang mendapatkan kesempatan menjadi orang terpilih untuk melayani ibadah haji. Mungkin sebagian belum pernah pergi umrah atau haji, mungkin sebagian sudah,” kata Pramono dalam acara pengukuhan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kloter DKI Jakarta di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (16/4).

Ia menyebut para petugas merupakan orang-orang terpilih yang memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan pelayanan terbaik bagi ribuan jemaah.

Tahun ini, kuota jemaah haji DKI Jakarta mencapai 7.819 orang yang akan dilayani oleh 117 petugas dalam 19 kloter.

“Saudara harus membayangkan bahwa saudara adalah orang-orang yang terpanggil, dipanggil untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi umat yang akan berangkat ibadah haji,” ujar Pramono.

“Esensi dari petugas haji adalah memberikan pelayanan yang terbaik, apa pun itu,” lanjutnya.

Pramono mengingatkan bahwa dalam menjalankan tugas, para petugas akan menghadapi berbagai tantangan di lapangan. Namun, jika mampu menjalankan tugas dengan baik, maka akan mendapatkan dua hal sekaligus.

“Saudara nanti dalam tugas pasti akan diuji, karena menghadapi begitu banyak orang dengan berbagai latar belakang, pasti ujian itu akan ada,” tutur Pramono.

“Kalau saudara-saudara bisa melayani dengan baik, saya yakin sebagai petugas haji, saudara-saudari sekalian dapat dua hal. Yang pertama ibadah, yang kedua rezeki nomplok,” sambung dia.

Ia menjelaskan “rezeki nomplok” yang dimaksud bukan sekadar materi, melainkan pengalaman berharga bertemu jemaah dari berbagai negara serta menghadapi beragam situasi selama pelaksanaan ibadah haji.

“Kenapa saya katakan rezeki nomplok? Sebagai petugas haji, saudara akan bisa melihat banyak orang dari berbagai penjuru dunia, yang nanti saudara hadapi bukan hanya 7.800 lebih jemaah haji kita, tapi begitu banyak orang dari mana saja hadir untuk menjalankan ibadah haji,” katanya.

Menurutnya, berbagai pengalaman tersebut akan menjadi ujian sekaligus pembelajaran, termasuk kemungkinan menghadapi jemaah yang sakit, tersesat, atau membutuhkan perhatian khusus.

“Dan pengalamannya juga nanti berbagai hal, karena saya pernah dan berulang kali terlibat dalam acara seperti ini. Bahkan mungkin, mudah-mudahan tidak terjadi, ada calon jemaah yang tidak bisa pulang, ada calon jemaah yang hilang, ada calon jemaah yang karena sudah sepuh menjadi beban. Itulah ujian yang sebenarnya dari saudara-saudara sekalian,” ucapnya.

Ia pun kembali menegaskan pentingnya melayani jemaah dengan hati, bukan sekadar menjalankan tugas administratif.

“Maka tadi saya katakan, yang pertama dapat ibadahnya, yang kedua rezeki nomplok, kalau saudara-saudara bisa melewati ini, menurut saya, itulah keberkahan yang akan saudara terima,” kata Pramono.

“Untuk menjadi petugas haji, enggak gampang. Kalau saudara tidak dipanggil enggak mungkin. Maka dengan demikian saya sebagai Gubernur Pemerintah DKI Jakarta sungguh sangat berharap saudara-saudara betul-betul melayaninya dengan hati, bukan hanya karena ditugaskan, bukan karena diawasi, bukan karena kemudian terpilih, yang paling utama esensinya adalah kalau saudara-saudara bisa melayani dengan hati pasti saudara juga akan merasa nyaman menjalankan tugas ini,” tambah dia.

Ia juga kembali menekankan harapannya agar seluruh petugas memberikan pelayanan terbaik selama proses ibadah haji berlangsung.

“Ya yang petugas haji yang paling utama seperti tadi saya sampaikan kepada para petugas haji yang baru dilantik. Saya betul-betul meminta mereka memberikan pelayanan yang terbaik,” ujarnya.

Pramono menambahkan, tantangan dalam penyelenggaraan haji kerap berkaitan dengan kondisi emosional jemaah, sehingga diperlukan kesabaran dan ketulusan dari para petugas.

“Karena dalam persoalan haji seringkali memang karena begitu banyak orang di seluruh dunia dan kadang-kadang memang di saat umrah maupun haji, ujian paling utama itu kan emosional diri sendiri. Dan saya tekankan mudah-mudahan mereka bisa melayani dengan hati. Dan saya juga mendoakan baik jemaah maupun petugasnya semuanya mabrur,” pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dukung Pengembangan RS Jantung di Bogor, IIF Kucurkan Pembiayaan Rp485,5 Miliar
• 10 jam laluidxchannel.com
thumb
Ini Identitas 8 Penumpang dan Kru Helikopter Hilang Kontak di Sekadau
• 12 jam lalurctiplus.com
thumb
Kakek Berusia 86 Tahun di Surabaya Berangkat Haji Usai Menanti 14 Tahun | SAPA SIANG
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
Longsor Bukik Malalo Tutup Aliran Sungai, Warga Tanah Datar Khawatir Banjir Bandang
• 16 jam lalurctiplus.com
thumb
Mulai 21 April, Parkir di Jalan Suryakencana Bogor Pindah ke Sisi Kanan
• 15 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.