Washington: Ketegangan antara gedung putih dan bank sentral Amerika Serikat atau The Federal Reserve (The Fed) kembali memanas. Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka melontarkan peringatan keras kepada Ketua The Fed Jerome Powell dengan ancaman pemecatan apabila Powell menolak lengser setelah masa jabatannya berakhir.
Melansir Xinhua, Kamis, 16 April 2026 yang mengutip Fox Business, Trump secara blak-blakan menegaskan intensinya terkait transisi kepemimpinan di otoritas moneter tersebut.
“Saya harus memecatnya, jika Powell tidak pergi tepat waktu. Saya telah menahan diri untuk tidak memecatnya. Saya ingin memecatnya, tetapi saya tidak ingin menimbulkan kontroversi,” kata Trump dalam sebuah wawancara dengan Fox Business, dikutip dari Xinhua, Kamis, 16 April 2026.
Mandat Powell sebagai pimpinan The Fed dijadwalkan berakhir pada 15 Mei 2026. Meski demikian, posisinya sebagai Dewan Gubernur (Board of Governors) masih tersisa dua tahun. Untuk merombak tampuk kepemimpinan bank sentral Trump telah menominasikan mantan Gubernur The Fed yaitu Kevin Warsh sebagai suksesor Powell.
Baca Juga :
Harga Emas Menguat, Peluang Menuju Level USD5.005 Semakin Besar(Presiden AS Donald Trump dan Ketua The Fed Jerome Powell. Foto: Xinhua/Yin Bogu) Keengganan Powell tinggalkan The Fed Pada Maret lalu, Powell sempat menyatakan kesiapannya untuk mempertahankan kursi kepemimpinan jika pencalonan Warsh belum disahkan oleh Senat hingga tenggat waktu 15 Mei.
Lebih lanjut, Powell menegaskan keengganannya untuk mundur dari Dewan Gubernur sebelum proses penyelidikan oleh Departemen Kehakiman terhadap dirinya tuntas secara hukum.
Penyelidikan federal tersebut diketahui mulai bergulir sejak Januari lalu. Fokus penyidikan mengarah pada proyek renovasi kantor pusat Federal Reserve yang menelan biaya hingga miliaran dolar AS.
Jaksa AS untuk Distrik Columbia Jeanine Pirro sempat berupaya menerbitkan surat panggilan pengadilan terhadap Powell untuk menggali informasi proyek tersebut, tetapi langkah hukum yang diajukan Pirro ditolak oleh hakim.
Ancaman pemberhentian ini menjadi eskalasi terbaru dari rentetan friksi panjang antara Presiden AS dan Gubernur bank sentral tersebut. Jauh sebelum isu suksesi ini mengemuka, Trump kerap melontarkan kritik tajam terhadap langkah kebijakan moneter Powel, terutama terkait keengganan otoritas moneter tersebut dalam memangkas suku bunga secara lebih agresif.



