Pemkot Surabaya Lakukan Pengadaan 1.800 Bak Sampah Baru Untuk Benahi TPS

suarasurabaya.net
7 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan pengadaan 1.800 bak sampah baru untuk membenahi Tempat Penampungan Sementara (TPS).

M. Fikser Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya menjelaskan, pengadaan itu karena banyak bak sampah di TPS rusak.

“Jadi kita ada pengadaan 1.800 tongbin. Tongbin-tongbin kita ini kondisinya memang banyak yang rusak, terus pecah,” katanya, Kamis (16/4/2026).

Akibatnya, jumlah bak sampah di TPS, berkurang menjadi setengah dari kapasitas awal sehingga memicu penumpukan sampah di TPS.

“TPS yang dulunya ada 20 (tongbin atau bak sampah) menjadi berkurang 10 (tongbin), dan rata-rata terjadi pengurangan tongbin di semua TPS karena mengalami kerusakan. Rencananya tongbin datang di akhir bulan ini,” jelasnya.

Adapun penambahan bak sampah itu juga untuk mengembalikan kapasitas TPS, dan sekaligus penerapan standar operasional kebersihan.

“Kita akan penuhi seluruh TPS dengan tongbin, perintah Pak (Eri Cahyadi) Wali Kota tongbin itu kalau sudah terisi (penuh) ditutup, dan kemudian TPS-nya disemprot,” katanya.

Fikser yang juga Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Surabaya itu mengatakan, pemkot mengevaluasi seluruh TPS. Terutama 38 TPS di jalan protokol yang jadi perhatian karena rentan mengalami penumpukan.

“Ada 38 TPS di tengah jalan (protokol), di jalan-jalan utama. Itu menjadi atensi. Artinya, cara penyelesaiannya kita menambahkan jumlah pengambilan (sampah),” ungkapnya.

Frekuensi pengangkutan sampah di TPS itu juga akan ditingkatkan. Terutama, yang lahannya terbatas.

“Jadi waktu pengambilan kalau (misal) di situ cuma satu (sehari sekali), kita dua kalikan. Karena bisa jadi dia (tempatnya) kecil, sempit, tapi yang buang (sampah) juga banyak,” jelasnya.

Pengawasan akan dilakukan untuk memastikan pengelolaan sampah di TPS tetap tertib dan tidak meluber ke area jalan.

“Prinsipnya tidak boleh ada TPS yang gerobaknya meluber ke jalan, tidak boleh ada (sampah) yang meluber ke bawah TPS,” tegasnya.

Untuk pengawasan, akan ada petugas jaga di seluruh TPS yang wajib melaporkan perkembangan. “Nah petugas jaga nanti menyampaikan informasi terkait dengan situasi TPS. Nanti untuk ke depannya kita juga lengkapi dengan Handy Talky (HT),” ujarnya.

Ia memastikan evaluasi ini dilakukan secara berkala. Petugas TPS yang tidak memberikan laporan, juga akan kena sanksi.

“Kita juga memberikan sanksi kepada petugas TPS yang tidak membuat laporan terkait dengan kondisi TPS-nya,” imbuhnya.

DLH Surabaya juga menyiapkan penyemprotan eco enzyme saat jeda pengangkutan sampah, di area TPS untuk menjaga kebersihan dan mengurangi bau.

“Jadi karena jadwal pengambilan dari rumah warga ke TPS itu kita atur, dari TPS ke TPA (Tempat Pemrosesan Akhir) kita atur, ada space, dimana waktu (jeda) itu kita bersihkan TPS,” tutupnya. (lta/bil/faz)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
RI Putuskan Beli Minyak Rusia, Bahlil: Politik Bebas Aktif, Boleh Belanja di Mana Saja
• 10 jam lalukompas.com
thumb
Pemerintah Buka 30 Ribu Lowongan Manajer Koperasi Desa Merah Putih, Ini Syaratnya
• 16 jam lalukompas.tv
thumb
Start Apik, Loyo di Paruh Musim BRI Super League: Evaluasi Jean-Paul van Gastel untuk PSIM
• 16 jam lalubola.com
thumb
TNI AL Berhasil Evakuasi 11 Korban Kapal Terbakar di Natuna Utara Tanpa Korban Jiwa
• 1 menit lalupantau.com
thumb
BGN Klaim Hanya 62 Kasus Buruk MBG yang Viral: 24 Ribu Pelayanan Bagus Diabaikan
• 18 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.