Kembali Terima KWP Award, Ketua DPD RI Sultan: Wartawan Sahabat Seperjuangan

jpnn.com
7 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan Baktiar Najamudin kembali dianugerahi Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) Award 2026 kategori Pimpinan Parlemen Penggagas Demokrasi Hijau (green Democracy).

Pada KWP Award 2023, Sultan yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil ketua DPD RI pernah dianugerahi KWP Award kategori Senator Kritis Pro Demokrasi.

BACA JUGA: Wisatawan ke Taman Nasional Komodo Dibatasi, Ketua DPD RI Sultan: Waktunya Kurang Tepat

Sultan mengatakan KWP award tahun 2026 memiliki makna penting bagi kolaborasi lembaga Parlemen bersama rekan-rekan Pers sebagai pilar utama demokrasi.

"Kami harus menyampaikan terima kasih kepada rekan-rekan KWP sebagai sahabat seperjuangan. Awarding KWP menjadi pertanda baik bahwa demokrasi Indonesia sedang tumbuh dan bersemi," ujar mantan wakil Gubernur Bengkulu itu setelah menerima KWP Award 2026 pada (16/04).

BACA JUGA: Terima Aspirasi DPP PATRIA, Ketua DPD RI Sultan Dorong Pemerintah Beri Relaksasi Limitasi Belanja Pegawai Daerah

Oleh Karena itu, lanjut Sultan, lembaga Parlemen dan wartawan harus terus bergandengan tangan berkolaborasi mengawal jalannya demokrasi guna mencapai tujuan-tujuan kita bernegara.

"Kami mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kesediaan rekan-rekan wartawan Parlemen yang selama ini mengawal, merekam dan menyebarluaskan kerja-kerja anggota Parlemen khususnya di lembaga DPD RI," ungkapnya.

Dengan award yang bergengsi dan syarat makna ini, kata Sultan, kami akan terus berupaya menjaga kepercayaan masyarakat dan dukungan moral yang diberikan rekan-rekan KWP dalam menjalankan tugas-tugas konstitusional.

"Kami harap KWP menjadi pioneer institusi pers dalam mengawal jalannya demokrasi konstitusional Indonesia dengan konsisten menjaga marwah journalistic di tengah distrupsi informasi digital," harapnya.

"Tanpa rekan-rekan wartawan yang profesional demokrasi pasti gaduh dan lumpuh. Tanpa pengawasan lembaga Parlemen yang proporsional, demokrasi menjadi buta," ujarnya.(jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich Batari


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Psikolog: Jasa Teman Jalan Tak Menyelesaikan Masalah Kesepian
• 12 jam lalukompas.com
thumb
Runtuhnya Diplomasi Islamabad: Mengurai Kebuntuan Perdamaian Iran-AS
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Aksi Tak Terduga Pangeran Harry, Joget Lagu The Wiggles di Acara Resmi
• 14 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Kebakaran Asrama Polri Ciledug, 20 Rumah Dilalap Api dan 40 KK Terdampak
• 9 jam laluokezone.com
thumb
Aspermigas Nilai Ambil Minyak Rusia Solusi Cerdas
• 12 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.