Program Makan Bergizi Gratis Kucurkan Rp1 Triliun per Hari, Dorong Ekonomi Daerah dan Serap Jutaan Tenaga Kerja

pantau.com
4 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkapkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mampu mengalirkan dana hingga sekitar Rp1 triliun per hari ke berbagai daerah di Indonesia.

Dana tersebut tidak hanya memperkuat program pemenuhan gizi, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi lokal melalui penyerapan tenaga kerja dan pelibatan pelaku usaha bahan pangan.

Wakil Kepala BGN bidang operasional pemenuhan gizi, Sony Sonjaya, menyatakan bahwa aliran dana tersebut menjadi stimulus ekonomi yang signifikan di tingkat daerah.

"Program ini bukan sekadar pemenuhan gizi, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat," ungkapnya.

Serap Jutaan Tenaga Kerja dan Berdayakan Masyarakat

Sebanyak sekitar Rp117 miliar per hari dari total anggaran program diserap untuk tenaga kerja yang terlibat dalam pelaksanaan MBG.

Jumlah pekerja yang terlibat mencapai lebih dari 1 juta orang, bahkan disebut hingga 1,8 juta relawan yang sebagian besar berasal dari kelompok masyarakat miskin ekstrem.

Dana tersebut dinilai sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi langsung bagi masyarakat yang terlibat dalam distribusi makanan bergizi.

Sony menegaskan bahwa insentif sebesar Rp6 juta per hari untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bukan merupakan keuntungan, melainkan investasi sosial.

"Insentif itu bukan profit, tetapi investasi untuk pemberdayaan masyarakat yang nantinya akan kembali berputar di daerah," ujarnya.

Rantai Pasok Libatkan UMKM hingga BUMDes

Selain tenaga kerja, lebih dari Rp600 miliar per hari mengalir ke pelaku usaha bahan pangan seperti pedagang beras, sayur, ikan, telur, daging, dan buah.

Rantai pasok program ini melibatkan berbagai pelaku usaha lokal, termasuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

BGN mengimbau seluruh SPPG untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar penyediaan bahan pangan tidak mengganggu keseimbangan pasar tradisional.

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi persaingan antara kebutuhan program dengan kebutuhan rumah tangga, terutama pada komoditas seperti buncis, kacang panjang, dan telur.

Program MBG juga memicu perubahan model usaha di sejumlah daerah, ditandai dengan alih fungsi bangunan seperti showroom mobil, hotel kecil, ruko, hingga gedung olahraga menjadi SPPG.

Sebanyak 70 persen dana program digunakan untuk pembelian bahan baku yang langsung disalurkan ke Virtual Account (VA) milik SPPG tanpa melalui kementerian maupun pemerintah daerah.

Sistem pencairan dana menggunakan dua otorisasi guna memastikan akuntabilitas dan pengawasan ketat dalam pelaksanaan program.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Trump Terdesak! Senator AS Minta Pertanggungjawaban atas Serangan ke Iran dan Harga Minyak
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Trump: Israel-Lebanon sepakati 10 hari gencatan senjata mulai Kamis
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
Erick Thohir Ungkap Harapan agar Timnas Indonesia Lolos ke Piala Dunia 2030: Tepat Satu Abad PSSI
• 10 jam lalubola.com
thumb
Prakiraan Cuaca BMKG Besok Jumat 17 April 2026: Hujan Lebat Mengintai Jawa Barat hingga Papua
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
Implikasi Blokade Laut AS terhadap Iran: Ancaman Baru bagi Stabilitas Global
• 19 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.