Bahlil Sebut Indonesia Terapkan Prinsip Ekonomi Bebas Aktif: Boleh Belanja di Mana Saja

idxchannel.com
1 jam lalu
Cover Berita

Indonesia menerapkan prinsip ekonomi bebas aktif yang sejalan dengan politik luar negeri bebas aktif

Bahlil Sebut Indonesia Terapkan Prinsip Ekonomi Bebas Aktif: Boleh Belanja di Mana Saja (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa Indonesia menerapkan prinsip ekonomi bebas aktif yang sejalan dengan politik luar negeri bebas aktif. Hal ini memungkinkan Indonesia menjalin kerja sama ekonomi dan perdagangan dengan berbagai negara.

“Pemerintah Indonesia selalu mengedepankan politik bebas aktif, dan dalam politik bebas aktif itu juga ada ekonomi bebas aktif,” kata Bahlil usai rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (16/4/2026).

Baca Juga:
Rencanakan Liburan Impian yang Lebih Mudah dengan Cicilan 0 Persen

Bahlil pun menyebutkan sejumlah negara mitra strategis Indonesia, termasuk Rusia, Nigeria di kawasan Afrika, serta Amerika Serikat yang memiliki perjanjian kerja sama dengan Indonesia.

“Jadi kita boleh belanja di mana saja selama kita komitmen dengan orang-orang atau negara-negara yang telah kita melakukan ajakan kerja sama, termasuk Rusia, kemudian Afrika Nigeria, dan lebih khusus yang kita hargai juga adalah termasuk dengan perjanjian kita dengan Amerika ya,” ujarnya.

Baca Juga:
Avenged Sevenfold Gelar Konser di JIS pada 10 Oktober 2026

Pada kesempatan itu, Bahlil juga melaporkan terkait hasil pertemuan dengan pemerintah Rusia sebagai tindak lanjut pertemuan antara Presiden Prabowo dengan Presiden Vladimir Putin, khususnya dalam kerja sama sektor energi jangka panjang.

“Alhamdulillah hari ini saya melaporkan kepada Bapak Presiden atas arahan dan perintah Bapak Presiden kemarin kami di Rusia untuk menindaklanjuti kesepakatan-kesepakatan antara pemimpin dari kedua negara, dalam hal ini Presiden Prabowo sama Presiden Putin. Di mana hasil-hasil kesepakatan itu adalah menyangkut dengan kerja sama jangka panjang, khususnya di bidang energi,” katanya.

Menurut Bahlil, kerja sama antara Indonesia dengan Rusia menjadi penting mengingat tingginya kebutuhan energi nasional. Saat ini, konsumsi bahan bakar minyak (BBM) Indonesia mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari, sementara produksi domestik (lifting) hanya berada di kisaran 600–610 ribu barel per hari. Hal ini menyebabkan Indonesia masih harus mengimpor sekitar 1 juta barel per hari.

“Kita tahu bahwa konsumsi daripada BBM kita satu hari itu 1,6 juta barel per day, dan lifting kita hanya kurang lebih sekitar 600 sampai 610 ribu barel per day. Kita masih impor kurang lebih sekitar 1 juta barel per day. Di tengah kondisi global yang seperti ini, kita harus mampu mencari cadangan-cadangan minyak dari berbagai sumber. Tidak hanya di satu negara tapi di hampir semua negara,” ujar Bahlil.

“Alhamdulillah kemarin atas arahan Bapak Presiden, sudah saya bertemu dengan Menteri ESDM dan utusan khusus daripada Presiden Putin, dan kabarnya alhamdulillah cukup menggembirakan bahwa kita akan mendapat pasokan crude dari Rusia dan juga dari pihak Rusia akan siap membangun beberapa infrastruktur yang penting dalam rangka meningkatkan cadangan dan ketahanan energi nasional kita,” tutur dia.

(kunthi fahmar sandy)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
ITSEC Asia Resmi Stock Split, Likuiditas Saham Dibidik Naik
• 9 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
UI dan KemenPPPA Sepakat Penanganan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual FHUI Beri Perlindungan Korban
• 18 jam laluliputan6.com
thumb
Harga Emas UBS dan Galeri 24 di Pegadaian Kompak Naik, Simak Rinciannya
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Saiful Mujani Dilaporkan ke Bareskrim, Benarkah Mengarah ke Makar? | ROSI
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Mobil Ugal-ugalan Dicegat Bareskrim di Lampung, Ternyata Bawa 7 Kg Sabu
• 8 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.