Transaksi UMKM Tembus Rp404,5 Miliar pada Triwulan I 2026, Program UMKM BISA Ekspor Dinilai Efektif Dorong Pasar Global

pantau.com
13 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Transaksi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui program UMKM BISA Ekspor mencapai Rp404,5 miliar atau setara 23,60 juta dolar AS pada triwulan I 2026.

Capaian tersebut berasal dari program UMKM BISA Ekspor yang dijalankan Kementerian Perdagangan sebagai upaya mendorong pelaku usaha menembus pasar internasional.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan capaian ini menunjukkan efektivitas strategi pemerintah dalam meningkatkan daya saing UMKM di pasar global.

Ia mengungkapkan, "Capaian UMKM BISA Ekspor pada Triwulan I-2026 ini menunjukkan pelaku UMKM kita memiliki daya saing yang semakin kuat di pasar internasional. Kemendag akan terus memperluas akses pasar, memperkuat promosi, serta memastikan UMKM mendapatkan pendampingan yang tepat agar mampu berkelanjutan di pasar ekspor."

Business Matching Dongkrak Transaksi

Peningkatan nilai transaksi didorong oleh kegiatan business matching yang semakin intensif dan terarah dalam mempertemukan pelaku UMKM dengan pembeli global.

Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional mencatat nilai transaksi terdiri dari potensi transaksi nota kesepahaman sebesar 19,64 juta dolar AS serta transaksi dari pesanan pembelian sebesar 3,96 juta dolar AS.

Selama triwulan I 2026, tercatat 170 kegiatan business matching telah dilaksanakan dengan melibatkan 396 UMKM dan total partisipasi mencapai 528 kali.

Program ini juga menjangkau berbagai negara tujuan ekspor seperti Jepang, Jerman, Inggris, Belanda, Arab Saudi, dan Kanada serta kawasan Asia, Eropa, Timur Tengah, dan Afrika.

Produk UMKM Kian Diminati Pasar Global

Beragam produk UMKM Indonesia diminati pasar internasional, mulai dari olahan boga bahari dan perikanan hingga dekorasi rumah dan furnitur.

Produk lain yang turut diminati meliputi produk kesehatan dan perawatan tubuh, rempah-rempah, makanan dan minuman, produk pertanian dan perkebunan, fesyen, kosmetik, kakao, kertas, produk kelapa, produk herbal, hingga perlengkapan berbahan plastik.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Fajarini Puntodewi menyatakan program ini dirancang sebagai ekosistem terintegrasi untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan kualitas kurasi produk UMKM.

Ia mengatakan, "Kami tidak hanya mempertemukan UMKM dengan buyer, tetapi juga memastikan kesiapan produk, kualitas, dan kapasitas produksi agar mampu memenuhi permintaan pasar global secara konsisten."

Kementerian Perdagangan juga akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak guna mendorong UMKM naik kelas dan meningkatkan daya saing di pasar internasional.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
5 Orang Tewas Akibat Terjebak Asap Kebakaran Rumah di Tanjung Duren
• 6 jam lalurctiplus.com
thumb
Pengacara Ungkap Fakta di Balik Isu Betrand Putra Onsu Curi Parfum dan Uang
• 5 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Kebakaran Rumah Tewaskan Satu Keluarga di Grogol, Ditemukan Sepeda Listrik Sedang Dicharge
• 5 jam laluliputan6.com
thumb
Harga Emas UBS, Antam, dan Galeri24 Kompak Turun di Pegadaian pada Jumat Pagi
• 9 jam lalupantau.com
thumb
IHSG Sesi I Naik 0,2% ke Level 7.645 Ditopang Kinerja Saham-Saham Ini
• 6 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.