Dubai dilaporkan mulai membatasi operasional maskapai asing dengan hanya mengizinkan satu penerbangan pulang-pergi per hari ke dua bandara utamanya.
Meski belum ada pengumuman resmi dari otoritas setempat, kebijakan ini disebut-sebut mulai berlaku dalam waktu dekat dan memicu kekhawatiran di kalangan maskapai internasional.
Pembatasan tersebut dinilai dapat memengaruhi rute-rute padat, terutama yang menghubungkan Dubai dengan India, salah satu pasar terbesar bagi lalu lintas penumpang di kota tersebut.
Dilansir Reuters, maskapai asing yang melayani penerbangan ke Bandara Internasional Dubai (DXB) dan Bandara Al Maktoum (DWC) kemungkinan hanya diizinkan mengoperasikan satu jadwal penerbangan harian hingga akhir Mei. Namun, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Dubai terkait kebijakan tersebut.
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran, khususnya bagi maskapai asal India yang selama ini memiliki frekuensi penerbangan tinggi ke Dubai. Pembatasan tersebut berpotensi menurunkan pendapatan mereka secara signifikan, mengingat tingginya permintaan pada rute tersebut.
Di sisi lain, maskapai berbasis di Dubai justru tidak terdampak pembatasan frekuensi. Mereka tetap dapat mengoperasikan penerbangan seperti biasa, sehingga menciptakan kesenjangan kompetitif antara operator lokal dan asing.
Pemulihan Emirates di Tengah Ketidakpastian Penerbangan DubaiDi tengah situasi yang tidak menentu, maskapai Emirates menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang cukup kuat. Maskapai ini kembali mengoperasikan jaringan globalnya ke lebih dari 100 destinasi, meskipun masih dengan jadwal yang disesuaikan.
Selain itu, Emirates juga memberikan fleksibilitas kepada penumpang, seperti opsi penjadwalan ulang atau pengembalian dana tanpa biaya tambahan untuk penerbangan tertentu.
Dari sisi operasional, maskapai ini telah mampu mengembalikan sebagian besar kapasitas penerbangannya dibandingkan sebelum konflik terjadi.
Menariknya, Emirates juga tetap melanjutkan ekspansi armadanya dengan menerima pesawat baru. Hal ini menunjukkan kepercayaan diri maskapai tersebut dalam menghadapi kondisi pasar yang penuh tantangan, sekaligus meningkatkan efisiensi operasionalnya.




