Liputan6.com, Jakarta - Kasus dugaan pencabulan yang menyeret pendakwah SAM masih terus didalami polisi. Terkait hal ini, Ustaz Abi Makki sebagai saksi turut bersuara. Usut punya usut, ternyata peristiwa ini sudah terendus sejak 2021.
Sempat dilakukan tabayyun dan disebut ada permintaan maaf, namun perkara tak berlanjut, hingga akhirnya kembali mencuat.
Advertisement
Ustaz Abi Makki mengungkap, awal mula kasus ini diketahui dari almarhum Kang Rasyid pada 2021. Saat itu, Kang Rasyid menerima laporan langsung dari beberapa korban.
“Saat itu Kang Rasyid sambil nangis menyatakan, 'Ini saya tidak percaya, saya tidak percaya, kalau bukan cerita dari korban langsung'. Akhirnya kumpul, ngobrol dengan Kang Rasyid,” ujar Ustaz Abi Makki kepada wartawan dikutip, Jumat (17/4/2026).
Karena dekat dengan SAM, Kang Rasyid lalu mengajak tabayyun. Sejumlah ustaz dan guru dikumpulkan. Pertemuan itu digelar sehari jelang Ramadan 2021 di kediaman K.H. Muhammad Cholil Nafis.
"Karena beliau yang bisa menengahi pada waktu itu. Kami undang beberapa guru dan beberapa asatidz, cukup banyak pada waktu itu namanya. Dan nama asatidz itu yang pada waktu hadir di kediaman Kiai Cholil Nafis itu semua telah memberikan kesaksian bahwa pada hari itu atau malam itu, berkumpul untuk apa? Untuk tabayyun," ujar dia.
Di forum itu, korban ikut hadir dan bersumpah. Awalnya, SAM disebut sempat minta maaf dan berjanji tak mengulang. Tapi situasi tak demikian.
"Tiba-tiba ada di antara kami, saya lupa, tiba-tiba langsung terlalu emosi gitu ya, "Tuh kan! Jadi ini begini, begini!" Terus langsung dia kaget seakan-akan dia baru nyadar dengan perkataannya, lalu dia bilang menyatakan, "Demi Allah saya tidak, demi Allah saya tidak'," kata Ustaz Abi Makki menirukan.
Sejak itu, kasus jadi abu-abu. Tak ada kelanjutan. Para korban sempat ditangani oleh Rumah Teduh untuk ditenangkan. Namun perkara seperti tenggelam. Dari tahun 2021, 2022, 2023, hingga 2024 tak pernah ada kabar.




