Ancaman bom ditujukan ke rumah John Prevost, kakak Paus Leo XIV, yang tinggal di area Chicago, Amerika Serikat (AS). Insiden ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menyerang secara verbal Paus Leo, pemimpin umat Katolik sedunia, atas kritikannya terhadap perang yang dikobarkan AS terhadap Iran.
Ancaman bom ini, seperti dilansir The Hill dan Reuters, Jumat (17/4/2026), terjadi di rumah John Prevost yang ada di area New Lenox, Chicago, negara bagian Illinois, pada Rabu (15/4) malam. Prevost tinggal di ruas jalanan yang sama yang disebut sebagai lokasi serangan oleh kepolisian setempat.
Departemen Kepolisian New Lenox dalam pernyataannya mengakui adanya ancaman bom di rumah tersebut. Namun, Departemen Kepolisian New Lenox juga menyatakan bahwa setelah pemeriksaan menyeluruh, ancaman bom itu dinyatakan tidak berdasar. Anjing pelacak bom dikerahkan dalam upaya tersebut.
"Setelah pemeriksaan cermat, para penyelidik menentukan bahwa ancaman tersebut tidak berdasar dan tidak ada alat peledak atau bahan berbahaya yang ditemukan," kata Departemen Kepolisian New Lenox.
Tidak ada korban luka yang dilaporkan akibat insiden itu. Warga setempat telah diizinkan untuk kembali ke rumah masing-masing setelah sempat dievakuasi ke lokasi aman sesuai permintaan kepolisian.
Pelaku dan motif di balik ancaman bom itu belum diketahui secara jelas. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap ancaman bom yang terbukti palsu tersebut.
"Insiden ini masih dalam penyelidikan, dengan otoritas setempat berupaya menentukan asal-usul laporan tersebut. Menyampaikan laporan palsu seperti ini merupakan pelanggaran serius dan dapat berujung pada dakwaan pidana," tegas Departemen Kepolisian New Lenox dalam pernyataannya.
Ancaman bom ini muncul setelah Trump, pada Minggu (12/4), menyerang Paus Leo, Paus pertama yang berasal dari AS, atas kritikannya terhadap perang di Iran. Paus Leo yang memiliki nama lengkap Robert Francis Prevost ini, berasal dari Chicago.
(nvc/ita)





