BALIKAPAPAN, KOMPAS – Semua korban kecelakaan helikopter Airbus Helicopter EC 130 T2 milik PT Matthew Air Nusantara di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, ditemukan. Delapan orang dinyatakan tewas.
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya Mohammad Syafii mengatakan, bangkai helikopter ditemukan di dinding bukit dengan kemiringan 65 derajat. Tim menemukan bekas sapuan baling-baling sepanjang 500 meter menuju bukit.
"Tujuh korban ditemukan di dalam badan helikopter dalam kondisi terjepit, sementara satu korban lainnya terlempar dan tersangkut di pohon sekitar satu meter dari badan pesawat," ujar Syafii dalam keterangan tertulis, Jumat (17/4/2026).
Helikopter yang ditumpangi korban dilaporkan hilang kontak pada Kamis, 16 April 2026. Mereka lepas landas pukul 07.37 WIB dengan rute Helipad PT Cipta Mahkota di Kabupaten Melawi menuju Helipad PT Graha Agro Nusantara 1 di wilayah Kabupaten Sanggau.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Lukman F Laisa mengatakan, helikopter mengirimkan sinyal darurat di wilayah hutan Kalimantan Barat pada pukul 08.39 WIB.
“Selanjutnya, pesawat dinyatakan hilang kontak pukul 09.15 WIB. AirNav Indonesia kemudian menerbitkan notifikasi darurat pada 10.43 WIB,” kata Lukman.
Ia berharap publik tidak berspekulasi mengenai kecelakaan ini. Pemerintah, lanjut dia, masih mendalami penyebab jatuhnya helikopter tersebut.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Sekadau Inspektur Satu Zainal Abidin mengatakan, pencarian korban dilakukan sejak Kamis siang sampai Jumat pagi. Medan yang sulit dijangkau berupa hutan yang rapat menjadi tantangan dalam pencarian.
Ia menyebut seluruh korban mulai ditemukan pada Kamis pukul 22.03 WIB. Proses identifikasi awal oleh pihak perusahaan dilakukan di lokasi.
“Jenazah kemudian dibawa menuju posko dan tiba pada Jumat pagi pukul 06.00 WIB,” kata Zainal.
Berdasarkan data manifes, korban adalah Kapten Marindra W sebagai pilot dan Harun Arasyid sebagai engineer on board. Adapun enam korban lain merupakan penumpang, yakni Patrick K (warga negara Malaysia), Victor T, Charles L, Joko C, Fauzie O, dan Sugito.
Jenazah korban diangkut menggunakan ambulans menuju posko Batalyon Infanteri 642 Kapuas Sanggau dan dibawa menggunakan helikopter menuju Pontianak.
“Delapan jenazah dibawa ke RS Bhayangkara di Pontianak guna proses penanganan lebih lanjut,” kata Zainal.





