JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI meminta maskapai penerbangan yang membawa calon jemaah haji untuk tidak melintasi wilayah konflik.
Direktur Pelindungan WNI Kemlu Heni Hamidah mengatakan, para maskapai penerbangan bisa langsung menuju ke Arab Saudi.
“Untuk travel, pengelola jemaah hajinya, penerbangan kalau bisa menghindari wilayah-wilayah konflik tentunya, sebelumnya dari kita ya ada yang langsung ke Jeddah atau Arab Saudi ada yang langsung,” kata Heni di Kantor Kemlu, Jakarta, Kamis (16/4/2026).
Dia juga memastikan pelaksanaan ibadah haji 2026 bagi jemaah Indonesia tetap sesuai jadwal meski ada konflik di Timur Tengah.
Baca juga: Wamenhaj Ungkap Visa Ratusan Petugas Haji Sempat Dibatalkan, Ini Alasannya
“So far haji masih on schedule ya,” ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengatakan, persiapan layanan haji 2026 sudah semakin matang, bahkan hampir 100 persen.
Irfan menyebut, pemerintah sudah menyiapkan segalanya, mulai dari akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga layanan kesehatan bagi jemaah haji.
“Persiapan layanan haji hampir selesai 100 persen. Tahapan saat ini adalah pengecekan akhir seluruh layanan menjelang operasional haji,” ujar Irfan dalam jumpa pers di Istana, Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Untuk akomodasi, Irfan memaparkan, pemerintah sudah menyiapkan 177 hotel di Mekkah dan 100 hotel di Madinah.
Di wilayah Mekkah, tempat menginap terletak di Jarwal, Misfalah, Raudhah, Syisyah, dan Aziziah.
Baca juga: Wamenhaj ke Petugas Haji: Jemaah Jual Tanah-Sawah untuk Naik Haji, Jangan Khianati mereka
Sedangkan untuk Madinah, seluruh hotel berada di wilayah Markaziah.
Selain itu, kata dia, layanan kesehatan juga sudah siap, di mana pemerintah menyiapkan 40 klinik di Mekkah dan 5 klinik di Madinah.
“Setiap kloter terdiri atas satu dokter dan satu tenaga kesehatan,” ucapnya.
Terkait layanan kesehatan ini, pemerintah bekerja sama dengan salah satu rumah sakit besar di Arab Saudi, yakni Saudi German Hospital.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang