JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, pihaknya akan menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di bawah 3 persen, bahkan berpotensi lebih rendah. Disiplin fiskal tersebut merupakan arahan langsung Presiden dan menjadi kebijakan yang tidak akan dilanggar.
“Yang penting begini, mereka (Bank Dunia dan IMF) tidak percaya itu anggaran kita bisa ditahan defisitnya di bawah 3 persen. Saya bilang dengan tegas bahwa itu atas arahan Presiden dan policy Presiden kita seperti itu. Dan kita tidak akan melanggar, dan kita punya cara untuk memastikan itu di bawah 3 persen tanpa mengganggu pertumbuhan ekonomi kita,” kata Purbaya kepada presenter Kompas TV Yan Rahman, dalam wawancara eksklusif di program Kompas Bisnis, Jumat (17/4/2026).
Pada Selasa (14/4/2026) lalu, Purbaya memang baru saja bertemu dengan International Monetary Fund, World Bank, dan investor global di Washington DC, Amerika Serikat.
Baca Juga: Cerita Purbaya Usai Temui 18 Investor Global di AS: Mereka Happy, Keraguan Berkurang Signifikan
Ia menjelaskan, pengalaman tahun sebelumnya menunjukkan pemerintah mampu mengendalikan defisit lebih baik dari perkiraan pasar. Saat banyak pihak memproyeksikan defisit bisa menembus 3,4–3,5 persen, realisasinya justru lebih rendah.
“Buktinya di 2025 sebetulnya orang anggap anggaran kita bisa tembus 3,4 atau 3,5 persen. Tapi bisa kita kendalikan, di awal laporan kita turun ke 2,9 persen,” katanya.
Bahkan, lanjut dia, realisasi defisit berpotensi kembali turun pada tahun ini.
“Tapi angka yang sesungguhnya nanti kelihatannya di bawah 2,9 persen, mungkin di kisaran 2,8 persen, nanti akan diumumkan ke depan,” ujarnya.
Baca Juga: Purbaya Ungkap IMF Kagum dengan Ketahanan Ekonomi RI
Purbaya menekankan, pengelolaan anggaran yang efisien tanpa mengorbankan pertumbuhan ekonomi menjadi kuncinya.
Penulis : Dina Karina Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- defisit abpn
- defisit fiskal
- purbaya yudhi sadewa
- menteri keuangan





