HARIAN FAJAR, MAKASSAR– SDN Karuwisi 2 melaksanakan kegiatan penarikan Mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) Program Kampus Mengajar Berdampak, Kamis (16/4/2026). Acara berlangsung khidmat di Ruang Kelas SDN Karuwisi 2 dan dihadiri langsung oleh Kepala SDN Karuwisi 2, Muhammad Tasyrif, SE, beserta para guru dan peserta didik.
Mahasiswa yang dilepas pada kegiatan ini berasal dari Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Masyarakat (FIKKM) UNM. Mereka telah mengabdi selama tiga bulan di SDN Karuwisi 2 dalam skema Program Kampus Mengajar Berdampak yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Dalam sambutannya, Muhammad Tasyrif menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi mahasiswa selama bertugas. Menurutnya, kehadiran mahasiswa Kampus Mengajar membawa warna baru dalam proses pembelajaran di sekolah.
“Kegiatan penarikan mahasiswa Universitas Negeri Makassar Fakultas Ilmu Keolahragaan yang sudah melaksanakan Kampus Mengajar Berdampak selama 3 bulan di sekolah ini sangat membantu dalam proses belajar mengajar,” tegas Tasyrif.
Tasyrif merinci sejumlah dampak positif yang dirasakan sekolah. Selain membantu guru dalam kegiatan intrakurikuler, mahasiswa juga aktif memperkaya metode pembelajaran. Model pembelajaran yang dibawa mahasiswa dinilai lebih variatif dan disenangi anak didik.
“Mahasiswa memperkaya metode dengan model pembelajaran yang disenangi oleh anak didik, terutama pada ekstrakurikuler futsal dan materi olahraga lainnya. Anak-anak jadi lebih antusias dan termotivasi untuk bergerak,” jelasnya.
Ia mencontohkan, pada pembelajaran PJOK, mahasiswa mampu mengemas materi dengan permainan edukatif sehingga siswa tidak cepat bosan. Di bidang ekstrakurikuler, pendampingan tim futsal sekolah juga menunjukkan peningkatan keterampilan siswa secara signifikan.
Kepada para mahasiswa yang resmi ditarik, Muhammad Tasyrif berpesan agar tidak berhenti belajar setelah program usai. Ia mendorong mereka untuk terus menggali pengalaman di tengah masyarakat maupun di lembaga pendidikan lain sebagai bekal menjadi pendidik profesional.
“Saya berpesan kepada mahasiswa Kampus Mengajar yang kami lepas hari ini agar tetap belajar dan menggali pengalaman dalam pembelajaran, baik di masyarakat maupun di lembaga-lembaga pendidikan lainnya. Harapannya, kelak menjadi guru inovatif yang berkarakter dan menyenangkan bagi anak didik,” pesan Tasyrif.
Menutup sambutannya, Kepala SDN Karuwisi 2 menyatakan harapan besar agar Program Kampus Mengajar Berdampak dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang. Ia menegaskan kesiapan SDN Karuwisi 2 untuk kembali menjadi mitra Kemendikdasmen.
“Semoga Kegiatan Kampus Mengajar Berdampak terus berlanjut di tahun berikutnya. SDN Karuwisi 2 sebagai mitra dari program ini siap berkontribusi dalam mencetak calon guru hebat, handal, dan kompeten dalam meningkatkan mutu pendidikan, khususnya di Kota Makassar,” ujarnya.
Tasyrif menambahkan, dampak program ini sangat terasa bagi peserta didik SDN Karuwisi 2. Tidak hanya peningkatan literasi dan numerasi, tetapi juga penguatan karakter, sportivitas, dan kepercayaan diri siswa melalui pendekatan pembelajaran yang kolaboratif.
Kegiatan penarikan diakhiri dengan penyerahan sertifikat apresiasi dari sekolah kepada mahasiswa, penampilan yel-yel perpisahan dari siswa, dan sesi foto bersama. Suasana haru tampak menyelimuti acara, menandakan kedekatan emosional yang terjalin antara mahasiswa dengan warga sekolah selama 3 bulan terakhir. (*)





